50 ton gabah kering segera panen April 2025, petani akan peroleh tambahan pendapatan Rp250 juta

Progres Program Tanam Padi PTPN, Tumbuh Subur dan Potensi Tambah Pendapatan Petani Sawit

Di Baca : 3813 Kali
Padi gogo yang ditanam tumpang sari di areal peremajaan sawit rakyat binaan PTPN IV PalmCo di Riau akhir tahun lalu tumbuh subur dan siap panen perdana dalam beberapa bulan kedepan. Seluas 20 hektare yang telah tertanam berpotensi menghasilkan 50 ton gabah kering dengan potensi pendapatan Rp250 juta bagi kelompok petani. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)
 

Dari 60 hektare sawit milik petani yang tergabung dalam Koperasi Produsen Karya Maju tersebut, 20 hektare areal sela berhasil dimaksimalkan menjadi hamparan padi melalui skema intercropping.

Jatmiko menjelaskan berdasarkan pertumbuhan padi yang sangat baik ini, diproyeksi 50 ton gabah kering akan segera dipanen pada April 2025 mendatang. Dengan begitu, petani akan memperoleh tambahan pendapatan mencapai Rp250 juta untuk satu siklus panen, atau setengah miliar rupiah untuk satu tahun menjelang sawit mereka mulai menghasilkan tandan buah segar.

"Insya Allah, rekan-rekan petani, selain fokus utama kita adalah untuk membantu penguatan ketahanan pangan, juga akan mendapatkan penghasilan tambahan hingga Rp8 juta per kepala keluarga untuk satu kali siklus panen," paparnya.

Jatmiko memaparkan, program yang berhasil membuat petani sawit kian tersenyum bangga karena dilibatkan menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional tersebut akan terus diperluas. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Pertanian, total perkebunan sawit rakyat di Indonesia mencapai 6,94 juta hektare di seluruh Indonesia. 40 persen di antaranya atau sekira 2,8 juta hektare telah memasuki fase tanaman tua dan harus segera diremajakan.

"Dari 2,8 juta sawit yang memasuki usia renta di Indonesia, terdapat potensi PSR nasional seluas 400.000 hektare per tahun. Dari angka tersebut, PTPN diharapkan dapat berkontribusi sebesar 40.000 hektare per tahun. Artinya, terdapat potensi program intercropping seluas 206.000 hektare selama lima tahun mendatang," jelasnya.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar