Tim Gabungan PKH Belum Turun Operasi, Ekskavator Meraung-raung

Hutan HPT Pongkai dan Koto Tuo Gundul, Kayu Gergajian Diangkut Truk, Sungai Dirusak !

Di Baca : 2713 Kali
Truk Colt Diesel melenggang santai mengangkut kayu gergajian dari dalam hutan Desa Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (9/5/2025). (tim/azf)

Pongkai-Koto Tuo XIII Koto Kampar, Detak Indonesia--Ribuan hektare Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Desa Pongkai, Desa Koto Tuo, Desa Batu Bersurat, dan Desa Minamang Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, sudah gundul akibat deforestasi tak terkendali bertahun-tahun, pelan-pelan, tapi pasti dan luput dari penertiban aparat berwenang. Akhirnya ribuan hektare hutan milik negara botak gundul.

Tim gabungan Penertiban Kawasan Hutan (PKH) belum turun ke daerah HPT luluh lantak ini. Kawasan HPT di Desa Koto Tuo tak jauh dari pinggiran batas permukiman warga Koto Tuo sampai batas hutan Sungai Buluh atau Sungai Osang di jembatan Sungai Osang sudah gundul. Pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Osang sudah tak ada lagi hutan alam, sudah ditraktor total, diganti dengan tanaman sawit satu meter ditanam sawit dari pinggir sungai. Warga menyebut ada lahan sawit PT Lutvindo seluas lebih kurang 250 hektare sampai 300 hektare. Sawit ditanam sampai pinggir sungai dan hutan alam tidak dipertahankan 50 meter kiri-kanan Sungai Osang. Artinya hutan alam 'dihabisi' dibunuh sebatangpun tak tersisa lagi. Kejam.

Tanaman sawit ditanam sampai ke pinggiran sungai di Desa Koto Tuo, 50 meter kiri-kanan Sungai hutannya sudah digunduli habis dan tidak dipertahankan sebagaimana aturan yang berlaku.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar