Ribuan Preman Hutan Rambah Hutan, Oknum Baju Hijau Beli Kayu Gergajian, Kades Pura-pura Tak Tahu
Sebelum keliling hutan desa di Kecamatan Rokan IV Koto Rohul Riau, tim masuk Candi Muara Takus Desa Batu Bersurat, Desa Koto Tuo, Desa Tanjung, Desa Sibiruang, Desa Gunung Malelo, Desa Bandur Picak (Kabupaten Kampar) Riau, lalu masuk Kabupaten Rokanhulu Kecamatan Rokan IV Koto masuk Desa Pendalian, Desa Cipang Kiri, Desa Cipang Kanan, Desa Tibawan (hutan dibuka alat berat, mesin chainsaw meraung-raung menumbang kayu log hutan negara) info warga mau buka tambang batubara). Dan akhirnya masuk Desa Rao, Panti, Lubuksikaping Kabupaten Pasaman Timur Sumbar. Kemudian cek hutan cek potensi air panas di Taman Wisata Rimbo Panti, masuk Desa Tinggam Kabupaten Pasaman Barat, balik lagi ke Panti, Lubuksikaping, Bonjol, Kumpulan, Palupuh, Gadut, Bukittinggi, Payakumbuh, Pangkalan masuk simpang Balung cek hutan negara bagian dari 58.000 ha hutan XIII Koto Kampar Riau telah dibabat ditanam tanaman sawit, terus ke Desa Siasam XIII Koto Kampar, Desa Sungai Sarik Kamparkiri, Desa Lubuk Ogung Kamparkiri hulu, lewat di atas jembatan Sungai Sitingkai Lipatkain Kamparkiri, Desa Pantai Raja, Desa Perhentian Raja, Teratakbuluh.
Hasil pengumpulan data di Desa Cipangkiri Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokanhulu (Rohul) Riau dari keterangan staf Desa Cipangkiri, Riko dijelaskan di desa ini ada kebun sawit PT Sawit Rokan Semesta (PT SRS) sudah tanam sawit 4.000 ha rencana kabarnya mau buka 11.000 ha. Tahun 2012 awal tanam 4.000 ha tersebut. Sawit ditanam sampai ke pinggir Sungai Mentawai. Menurut Tim investigasi DPP TOPAN RI Rahman, sesuai SK Menhut RI No.36/2025 dari 4.000 ha yang ditanam, ditolak 1.650 ha. Janji PT SRS membangun kebun plasma warga Desa Cipangkiri sampai kini belum juga direalisasikan PT SRS masyarakat sudah marah saat ini.

Transaksi jual beli dan pemuatan kayu gergajian di malam hari di depan tower Desa Cipangkiri Rokan IV Koto, Rohul Riau, Senin malam (26/5/2025). (azf)
Tulis Komentar