di MAN 2 Pekanbaru

Siswa Riau Antusias Pelajari Industri Sawit Lestari melalui PalmCo Goes to School

Di Baca : 717 Kali
SEVP Business Support PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso menjadi pemateri dalam kegiatan PalmCo Goes to School di MAN 2 Model Pekanbaru, Riau, Rabu (28/5/2025). (Dok. Humas PTPN IV Regional III)
 

Dalam kegiatan ini, Bambang menyiapkan materi dan berupaya menyampaikannya dengan menggunakan bahasa sederhana serta komunikatif sehingga kegiatan yang berlangsung tak kurang dari 90 menit tersebut nyaris terasa singkat.

Bambang mengawali paparannya dengan memberikan informasi penting kepada para pelajar bahwa saat ini mereka tinggal di Provinsi dengan perkebunan sawit terluas di Indonesia yang mencapai 3,4 juta hektare. Hal itu ia sebut sebagai anugerah karena komoditas sawit merupakan salah satu penyumbang ekonomi penting, tidak hanya bagi Riau, namun secara nasional.

Hamparan sawit yang luas itu, salah satunya dikelola oleh perusahaan BUMN bernama PTPN IV Regional III, yang merupakan bagian dari Sub Holding PTPN IV PalmCo. Entitas ini, kata dia, beroperasi di berbagai kabupaten kota di Riau dan menjadi salah satu bagian dari PalmCo dengan kinerja operasional maupun finansial yang positif. Hal itu tidak terlepas dari beragam perbaikan dan transformasi yang diusung sejak satu pancawarsa terakhir.

"Di PTPN IV ini, kita tidak hanya sekadar mengelola sawit, namun juga menjadi pionir dalam penerapan ESG (enviroment social governance). Kita memiliki pembangkit tenaga biogas, dan salah satu fasilitasnya itu kemarin dapat sertifikasi perdagangan karbon pertama di Indonesia untuk sektor perkebunan," ujar Bambang disambut tepuk tangan meriah pelajar.

Meski menjadi salah satu penyumbang penting ekonomi bangsa, ia mengatakan saat ini cukup banyak mitos tentang sawit yang perlu diluruskan. Mitos itu sendiri merupakan bagian dari agenda kampanye hitam sejumlah negara penghasil minyak nabati selain sawit seperti Bunga Matahari dan Kedelai.

"Misalnya ada mitos sawit sumber penipisan ozon serta penyebab terjadinya efek gas rumah kaca. Justru faktanya, sawit mampu menyerap karbondioksida lebih besar dari pada kemampuan serap hutan itu sendiri," jelasnya.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar