148 Truk Batubara Tak Bisa Drop Batubara ke PLTU Tenayanraya
Tenayanraya, Detak Indonesia--Sebanyak 148 unit truk batubara asal Sorolangun Jambi tak bisa mendrop muatan batubara ke PLTU Tenayanraya karena surat delivery order (DO) sudah habis menunggu DO baru selanjutnya tapi entah kapan realisasinya. Sehingga pihak pengelola PLTU Tenayanraya menolak menerima kiriman batubara para supir yang dikoordinir oleh bosnya di Sorolangun Jambi Markus dan di Tenayanraya dikoordinir oleh Aswan warga Tionghoa.
Hal ini dijelaskan salah seorang supir kepada wartawan Detak Indonesia.co.id dan tim investigasi DPP TOPAN RI Rahman dan Tim Investigasi Fahmi di Tenayanraya Pekanbaru Jumat petang tadi (30/5/2025).
Menurut supir, satu truk saja muatannya ada 45 ton, 46 ton bahkan lebih.

"Kami sudah tiga hari tertahan di sini tak bisa drop batubara ke PLTU Tenayanraya ini. Dipungut biaya parkir oleh Ketua Pemuda dkk di Tenayan ini satu truk Rp20.000 per hari dan kalau 148 truk jadi Rp2.960.000 per hari. Ini sudah tiga hari kami supir truk di sini menjadi membayar Rp8.800.000," kata salah seorang supir mengeluh.
Supir menyalahkan bosnya Markus pemasok batubara dari Sorolangun Jambi diterima Aswan China di PLTU Tenayanraya ini. Supir disuruh kirim 148 unit truk angkut batubara tapi bos kirim juga 3 ponton batubara via Sungai Siak dekat PLTU Tenayanraya ini. Supir merisaukan kalau lama di sini bagaimana makan minum isteri dan anak-anaknya di kampung. Dan minta Pemerintah, PLN, dan yang bertanggungjawab segera mencari solusi. (azf)
Tulis Komentar