Kebun Tamora PTPN IV Regional III Hasilkan Laba per Hektare mencapai Rp44,49 Juta
"Meski begitu, masih cukup besar potensi yang masih bisa kami maksimalkan. Karena meskipun laba perhektare pada Maret mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, saat ini Tamora berada di posisi ketiga. Ini jadi tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk melakukan perbaikan-perbaikan ke depan," ujarnya.
Selain sawit, Sriyanto juga menjelaskan salah satu komoditas yang berada di Tamora adalah perkebunan karet. Dalam pengelolaannya, ia mengatakan perkebunan karet memiliki tantangan tersendiri. Terlebih lagi dengan kondisi harga yang kurang stabil serta faktor cuaca yang berdampak pada tanaman karet.
Namun begitu, ia mengatakan pihaknya tetap menempuh beragam strategi untuk optimalisasi produksi. Termasuk diantaranya memberikan stimulasi semangat kepada para penderes karet. Belum lama ini, tiga penderes terbaik dengan produktivitas mulai dari 24,75 KgKK/HK hingga 27,44 KgKK/HK masing-masing atas nama Lani, Desianus, dan Sanali mendapat apresiasi dari manajemen.
"Kemarin di Afdeling 1 kami memberikan apresiasi kepada para penderes karet. Ini salah satu upaya kita optimalisasi perkebunan karet di Tamora. Tentu, ini hanya salah satu strategi, namun kami pastikan kita komitmen dan persisten untuk memaksimalkan seluruh aset negara yang dipercayakan kepada kami," tuturnya. (tim)
Tulis Komentar