Yayasan Pelopor Lapor ke Kejati Riau, 800 Ha Kebun Sawit Jimmy Masuk di Dalam HPT Siabu
Hal-hal tersebut di atas telah menjadi Komflik yang berkepanjangan dan telah beberapa kali disampaikan ke Pemerintah Daerah tapi belum kunjung mendapatkan solusi penyelesaian. Surat-surat aspirasi masyarakat dan berita koran terlampir.
4. Melalui surat ini, sebagai penyambung harapan masyarakat, izinkan kami menyampaikan permohonan dan harapan antaran lain:
Pertama, kami bermohon kepada Bapak Presiden agar kebun sawit Jimmy cs sebagaimana point 2 di atas, pengelolaannya dapat diserahkan kepada Kelompok Tani Baladang Kasang yang semenjak awal telah didampingi oleh Yayasan PELOPOR Sehati dalam pembuatan Kebun Buah-buahan. Dalam pengelolaan ke depan, kami akan mempraktikkan penanaman tanaman kehutanan dan buah-buahan di sela-sela tegakan pokok sawit. Meskipun demikian, agar kegiatan ini sebesar-besarnya dapat meningkatkan kemakmuran bagi Rakyat/anggota Kelompok tani, kami mohon kebijakan Bapak Presiden.
Kedua, Permohonan kami selanjutnya adalah Pembangunan Kampung (Relokasi) bagi masyarakat adat suku Melayu Kampung Patomuan yang telah tergusur semenjak tahun 1988 saat pembangunan Lapangan Tembak AWR TNI AU di Kampung mereka. Program Pembangunan Kampung ini akan menjadi bukti kehadiran Negara atas keluh kesah dan kepedihan hidup yang mereka alami selama ini. Mereka tahu, daerah Riau ini menjadi daerah tujuan Program Transimigrasi terbesar di negara ini. Di Provinsi Riau untuk Program Transimigrasi dibukakan hutan, dibangunkan Perumahan transimigrasi, dibikinkan kebun, didatangkan transimigrasi dan diberikan bahan kebutuhan harian. Daerah Riau menjadi maju bukan hanya oleh hasil buminya yang kaya, tapi juga oleh daerah-daerah transimigrasi di Riau ini yang sudah baik ekonominya. Melalui kebijakan bapak Presiden, semoga masyarakat Kampung Patomuan suku Melayu Riau ini dapat hidup layak seperti warga transimigrasi untuk mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat.
Ketiga, kami bermohon agar batas Lapangan Tembak AWR TNI AU di HPT Batang Lipai Siabu dapat ditetapkan dan tersosialisasi di lapangan dengan jelas. Ini menjadi penting karena, semenjak adanya perluasan dari 3.200 Ha sebagaimana yang kami sampaikan di point 3 di atas, belakangan ini banyak aktifitas keluar masuk kawasan ini untuk pembangunan kebun sawit. Lapangan Termbak ini harus menjadi daerah yang tertutup dari aktifitas masyarakat umum terutama saat dipergunakan. Keberadaannya sebagai sarana penting bagi peningkatan skill personel TNI AU. Lokasi ini adalah area Pinjam Pakai Kawasan hutan dengan Kementerian Kehutanan. Jika akan tetap dipertahankan sebagai kawasan hutan, Yayasan PELOPOR Sehati siap merehabilitasi, melakukan penghijauan tanaman kehutanan di kawasan ini bersama para Kader Lingkungan pemuda masyarakat tempatan.
Tulis Komentar