Pelajar SMP di Kampar Dikeroyok hingga Muntah Darah, Korban Trauma Berat
"Setelah dikeroyok hingga babak belur, anak saya diantar pulang oleh para pelaku dan dititipkan uang Rp40 ribu untuk berobat dengan alasan karena sudah salah orang. Saya tahu pada pagi harinya karena melihat wajah anak saya yang sudah babak belur," kata ibu korban Yulia.
Saat diantar pulang, korban sempat diancam agar tidak melaporkan kejadian sebenarnya ke orang tua apalagi ke Polisi. Saat ini, kondisi MFA sangat terpukul dan mengalami trauma berat.
"Pagi itu dia sempat muntah-muntah dan mengeluarkan darah, mata bengkak dan berdarah," ungkapnya.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Bina Widya Panam Pekanbaru pada 10 Juni 2025 lalu. Korban juga sudah menjalani visum di rumah sakit, namun hingga saat ini belum ada kejelasannya. Penyelidik di Polsek Bina Widya juga sudah melakukan upaya mediasi terhadap korban dan pelaku, namun masih belum ada titik temu.
"Masih dalam proses penyelidikan, saksi-saksi masih diambil keterangan. Kalau sudah lengkap dikabari," kata Kanit Reskrim Polsek Bina Widya, Pekanbaru Iptu Santo Morlando melalui pesan singkat, Kamis (26/6/2025). (dan)
Tulis Komentar