PETIR, Laporkan Dugaan Korupsi Halte dan Anggaran Subsidi UPT Trans Metro Pekanbaru
"Temuan awal berdasarkan jumlah perhitungan penjualan tiket, (hitungan kasar) total armada bus TMP dengan asumsi 50 armada yang beroperasi, pengeluaran tenaga kerja gaji karyawan, keperluan bahan bakar dan biaya tidak terduga pertahun, hingga terdapat selisih dari anggaran subsidi di tahun 2023 dan 2024," ujar Jesayas.
Meski demikian, hasil investigasi mereka mengatakan bus TMP Trans Metro banyak yang mangkrak. Hal tersebut berdasarkan data yang dirangkum dari lapangan diperkuat sidak yang dilakukan Wali Kota bulan lalu. Dari keseluruhan terdapat 90 unit armada bus, namun hanya 24 bus saja yang beroperasi. Hal tersebut menjadi pertanyaan PETIR dalam pengelolaan anggaran puluhan miliar yang disubsidikan pemerintah Pekanbaru di Dinas tersebut sebelumnya.
"Anggaran tersebut patut dipertanyakan, tahun 2023 Rp20 miliar, tahun 2024 Rp30 miliar. Dari 90 armada hanya 24 bus yang jalan, sisanya 66 bus tidur. Sementara Pemko mengucurkan aggaran subsidi untuk biaya perbaikan dan lain-lain. Ini perlu dipertanyakan," beber nya.
Menurut PETIR, pihaknya telah melampirkan data awal terkait anggaran subsidi puluhan miliar itu untuk diselidiki oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Republik Indonesia.
"Menurut investigasi dan perhitungan awal kami, terindikasi adanya dugaan penyelewengan anggaran oleh UPT Transmetro. Kami sudah lampirkan data pendukung di laporan tersebut," tambah Jesayas.
Tulis Komentar