Kenaikan PBB 300 persen ini pun semakin memicu keresahan publik

Masalah PBB 300 Persen, Pemerintah Harus Lebih Pro Rakyat atau Warga Akan Turun Bersama

Di Baca : 578 Kali
Pemerhati Kota Pekanbaru, Masril Ardi. (ist)

Pekanbaru, Detak Indonesia – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 300 persen di Kota Pekanbaru, Riau terus menuai kritik. Banyak masyarakat mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut karena dinilai mencekik di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit.

Pemerhati Kota Pekanbaru, Masril Ardi, menilai Pemerintah Kota seharusnya lebih mengutamakan kepentingan rakyat dalam mengambil kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan warga.

Menurut Masril, warga saat ini sedang menghadapi situasi ekonomi yang tidak stabil. Kenaikan PBB hingga 300 persen dianggap sangat memberatkan dan berpotensi menambah beban hidup masyarakat.

“Ekonomi masyarakat sedang kacau dan berat. Bagaimana mungkin mereka sanggup membayar PBB dengan kenaikan mencapai 300 persen? Ini benar-benar mencekik,” tegas Masril, Jumat (22/8/2025).

Ia menjelaskan bahwa biaya hidup semakin meningkat, mulai dari kebutuhan sekolah anak, pengeluaran rumah tangga, pinjaman, hingga berbagai iuran lainnya. Dalam kondisi seperti ini, kenaikan PBB justru membuat masyarakat semakin terhimpit.

Masril menekankan bahwa masyarakat bukan membenci pemerintah, melainkan berharap agar kebijakan pajak lebih berpihak pada rakyat kecil.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar