Mafia BBM Lintas Provinsi Semakin Marak, Ketua KNPI Riau Ajak Kapolda dan Kapolres Rohul Bersikap
Bertempat di kawasan Gedung Calon Markas Komando Daerah Militer (Kodam) XIX Tuanku Tambusai di Jalan Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru, Rabu (27/8/2025) Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua di Republik ini katakan, bahwa pengaduan masyarakat seperti itu segera ditindaklanjuti, sebagai upaya dalam menghadirkan solusi dan keadilan bagi sektor Minyak dan Gas (Migas) serta tentunya bagi kepentingan masyarakat banyak.
Menurut Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau itu, praktik haram yang selalu dijalankan oleh jaringan setan Mafia Minyak kerap melibatkan institusinya. Bahkan justru didominasi oleh para oknum berseragam yang dengan berbagai alasannya menjalankan bisnis haram seperti itu untuk menambah penghasilan dan pundi-pundi kekayaan.
"Kalau memang benar oknum baju itu berinisial Fer D Amb dan bertugas di Wilkum Polda Sumut, maka secepatnya kami sampaikan Laporan Resmi ke Meja Pangdam I Bukit Barisan di Kota Medan. Kami sangat berharap, agar masyarakat tidak takut untuk bersuara. Sampaikan saja identitas pihak-pihak yang mengaku sebagai anggota TNI maupun Polri. Karena sebelum kami berangkat ke Kota Medan, upaya dalam menyampaikan pengaduan seperti itu juga kami lakukan melalui Via whatsApp bapak Jenderal Pangdam I Bukit Barisan, yakni Langsung Kami WA ke nomor HP Mayjend TNI Rio Firdianto," tutur Ketua DPD KNPI Provinsi Riau, Larshen Yunus dengan nada optimis.
Aktivis Anti Korupsi Lulusan Kampus Universitas Riau (UNRI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu katakan lagi, bahwa keterlibatan oknum anggota TNI sangat tidak dibenarkan. Bilamana informasi tersebut benar dan terbukti jaringan Haram Mafia itu dikendalikan oknum baju hijau, maka bukan sekedar Pelanggaran Kode Etik saja, melainkan juga sudah bisa diterapkan sisi pidananya.
"Kami melihat permasalahan seperti itu kerap terjadi dan selalu berulang-ulang. Keseriusan aparat penegak hukum benar-benar dipertanyakan. Wibawa para Personil baju hijau dan baju coklat menjadi taruhannya. Kami menduga kuat, bahwa praktik haram seperti itu sudah menjadi konsumsi bersama. Sekalian aja kami telanjangi identitas mereka, lalu segera kami ramaikan ke hadapan publik, agar semua khalayak tahu tingkah laku dari para oknum aparat penegak hukum. Hentikan sandiwara kalian itu! Jangan lagi pura-pura gila, dari ujung rambut sampai ujung sepatu kalian sudah di subsidi oleh Negara ini, Kalian sudah rutin dapat gaji dari Negara bahkan anak istri kalian sudah dijamin, tapi apa yang terjadi? dengan berbagai alasan kalian bilang tidak cukup! Pilihlah salah satu, berhenti dari institusi baju hijau dan baju coklat atau sekalian saja kalian jadi Mafia BBM," tegas Larshen Yunus, dengan nada penuh kegeraman.
Tulis Komentar