Mafia BBM Lintas Provinsi Semakin Marak, Ketua KNPI Riau Ajak Kapolda dan Kapolres Rohul Bersikap
Ketua KNPI Provinsi Riau itu kembali mengurai nama-nama pihak yang tergabung di dalam Jaringan Haram Mafia Minyak atau BBM di daerah Kabupaten Rohul dan Rohil selain daripada keterlibatan oknum TNI aktif yang berinisial Fer D Amb juga ada nama-nama inisial sebagai berikut ini: Ant Khal (Ketua Group di Dalu-Dalu), Mask (Simpang Harapan DK 1), Al Rit, Gust Ran Has, (Mahato Gajah-Gajah), Ar (Pasir Putih-Rohul), Darm Lub (Trans Aliaga), Iw Sim (Tambusai Utara DK 1), Arif Sir (Suka Maju DK 4), Kid (Mompa DK 5), Lamr But-But (Simpang Harapan DK 1), Jul (Mahato KM.13), Jam Sir (Tambusai Barat, Tanjung Baru), Non (Rambah Hilir, Simpang Kumu), Sarw Har (Bangun Jaya RK 2), Arif (Bangun Jaya RK 1), Rij (Mahato KM.23), Don Sir (Mahato KM.15), Geb (Simpang Badul Mahato KM.25) dan pasangan suami istri (Pasutri) atas nama San dan Ku (Mahato KM.18).
"Berkali-kali Kami tegaskan, bahwa permasalahan ini bukan hanya merugikan masyarakat saja, tetapi Negara ikut menjadi korbannya. Praktik haram penimbunan sekaligus pengoplosan minyak benar-benar telah merusak komoditi dan kualitas bahkan berpotensi merusak kendaraan bermotor dan mesin produksi lainnya. Para pelaku kata Larshen Yunus yang kerap mengaku sebagai anggota TNI mayoritas sudah tidak takut lagi dengan keberadaan Polisi dan faktanya justru oknum dituding warga mendapatkan setoran sebagai bahagian dari transaksi haram mafia minyak di setiap lokasinya. Kalau benar inisial D Amb itu anggota TNI aktif, maka sudah seharusnya dilakukan tindakan tegas terukur, baik itu dari Kepolisian RI maupun Detasemen Polisi Militer," ungkap Ketua KNPI Riau Larshen Yunus.
Terakhir, Aktivis Hak Asasi Manusia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran itu katakan, agar semua pihak dapat menahan diri dari setiap tindakan Intervensi oknum-oknum TNI yang terlibat. Jangan gegabah dan hindari kontak fisik. Cukup para pelakunya di foto, divideokan dan segera di laporkan secara tertulis ke meja Pangdam I Bukit Barisan, ke meja kerja Kapolda Riau hingga ke setiap unsur Kasatwil terkait. (tim)
Tulis Komentar