Langkah Strategis PalmCo Dorong Energi Terbarukan dan Dekarbonisasi

Berbahan Limbah Sawit, PTPN IV PalmCo Bangun Pabrik Gas Biometan Pertama di Indonesia

Di Baca : 2336 Kali
PT Perkebunan Nusanatara IV PalmCo, Sub Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) resmi memulai pembangunan pabrik Gas Biometan Terkompresi (CBG) pertama di Indonesia yang memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit.

Jakarta, Detak Indonesia -- PT Perkebunan Nusanatara IV PalmCo, Sub Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) resmi memulai pembangunan pabrik Gas Biometan Terkompresi (CBG) pertama di Indonesia yang memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit.

Proyek yang diinisiasi PTPN IV PalmCo ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi terbarukan dari komoditas sawit. Peletakan batu pertama pabrik CBG di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan, Simalungun, berlangsung pada akhir pekan kemarin.

Pembangunan pabrik berkapasitas 162.000 Million British Thermal Units (MMBTu) ini merupakan hasil kerja sama antara PalmCo dengan PT reNIKOLA Primer Energi, perusahaan energi hijau asal Malaysia.

Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K Santosa, menuturkan proyek ini merupakan milestone besar bagi perusahaan dalam mengimplementasikan solusi energi hijau berbasis kelapa sawit.

"Dengan kapasitas produksi sekitar 162.000 MMBTu per tahun, pabrik CBG Tinjowan berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 30.000 ton CO₂ setiap tahun—setara dengan emisi ribuan kendaraan bermotor," ujar Jatmiko dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/9/2025), di Jakarta.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar