Mobilisasi Logistik untuk Memenuhi Kebutuhan Pengungsi Agam

Rumah Rusak Berat di Kabupaten Agam Sumbar 465 Unit

Di Baca : 2969 Kali
Perbaikan darurat infrastruktur jembatan Padang Lua-Maninjau, Parit Panjang, Matur yang putus diterjang banjir di Kabupaten Agam, Rabu (3/12/2025). Perbaikan darurat dilakukan dengan balok pohon kelapa sehingga akses jalan dapat dilalui paling tidak dengan kendaraan roda dua. (Dok. BNPB)

Agam, Detak Indonesia – Fenomena cuaca ekstrem yang memicu bencana banjir dan tanah longsor mengakibatkan lebih dari 15.300 warga Agam, Provinsi Sumatra Barat, mengungsi hingga hari Rabu (3/12/2025). Pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanganan darurat, khususnya pelayanan warga terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
Abdul Muhari Ph D menerangkan,
data BPBD Kabupaten Agam, pada Selasa (2/12/2205), pukul 20.00 WIB, sebaran pengungsian terdapat di tujuh kecamatan. Populasi pengungsi teridentifikasi berjumlah 15.307 jiwa, dengan rincian di Kecamatan Tanjung Raya 9.198 jiwa, Malalak 2.419 jiwa, Palembayan 1.511 jiwa, Tanjung Mutiara 901 jiwa, IV Koto 778 jiwa, Ampek Nagari 400 jiwa dan Palupuh 100 orang. BPBD mengaktifkan pos komando (posko) yang berlokasi di balairung rumah dinas Bupati Agam. 

Sedangkan untuk memobilisasi sumber daya agar penanganan darurat berjalan optimal, posko mengaktifkan 13 pos lapangan di 13 kecamatan. Sebagian besar pos lapangan berlokasi di kantor kecamatan. 

Pemenuhan kebutuhan makan dan minum warga di pengungsian, posko telah mengoperasikan dapur umum sebanyak 26 titik. Dapur umum berupa mobil dapur umum maupun tenda dan rumah warga.

Pendistribusian lewat udara terus dikerahkan untuk membantu dapur umum dan kebutuhan lain yang dibutuhkan para pengungsi, khususnya di titik-titik yang masih terisolir. 








[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar