menjadi rumah besar bagi puluhan ribu tenaga kerja yang sangat beragam

Strategi Inklusif PTPN IV Palmco, Miniatur Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Energi Nasional

Di Baca : 2628 Kali
Sebagai salah satu perusahaan perkebunan sawit terbesar di dunia, PTPN IV PalmCo kini telah menjadi rumah besar bagi puluhan ribu tenaga kerja yang sangat beragam, layaknya sebuah Miniatur Indonesia. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)
 

Mengacu pada pandangan umum PASPI, industri sawit secara alamiah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menarik migrasi tenaga kerja lintas provinsi. Hal ini membentuk struktur sosial yang majemuk (multikultur) seperti yang kini tercermin dalam data demografi PTPN IV. Dalam konteks ekonomi wilayah, heterogenitas yang dikelola dengan baik seperti ini dinilai mampu menciptakan keseimbangan sosial (social balancing) yang meredam potensi konflik dan memacu kinerja berbasis kompetensi.

Strategi pengelolaan SDM PTPN IV ini juga relevan dengan konsep Sistem Agribisnis Modern yang digaungkan oleh Tokoh Perkebunan Nasional, Prof Dr Ir Bungaran Saragih. Dalam perspektif Bungaran, daya saing agribisnis masa depan tidak lagi hanya bertumpu pada lahan dan teknologi, melainkan pada Human Capital yang memiliki budaya industri yang kuat.

Transformasi budaya kerja yang dilakukan PTPN IV Palmco dengan meleburkan 55 suku bangsa menjadi satu entitas profesional merupakan implementasi dari pergeseran pola pikir pertanian tradisional menuju budaya korporasi modern yang adaptif dan berdaya saing global.

Sementara itu, dari sisi keberlanjutan, Guru Besar Agribisnis IPB University, Prof Dr Ir Bayu Krisnamurthi, kerap mengingatkan pentingnya aspek Social Sustainability dalam memenuhi standar pasar global.

Kehadiran puluhan ribu tenaga kerja dari berbagai latar belakang suku dan agama yang bekerja harmonis di PTPN IV menjadi jawaban konkret atas tantangan sosial tersebut. Data ini sekaligus menjadi bukti empiris (evidence-based) kepatuhan korporasi terhadap prinsip non-diskriminasi dan kesetaraan peluang kerja, yang merupakan syarat mutlak dalam sertifikasi keberlanjutan seperti ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) maupun RSPO.

Dengan dukungan SDM yang didominasi usia produktif dimana data mencatat kelompok usia 31-40 tahun sebanyak 27 persen dan 41-50 tahun 41 persen orang PTPN IV PalmCo optimis bahwa kekayaan budaya ini akan terus menjadi bahan bakar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional. (tim)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar