Hutan di Sejumlah Bebukitan Riau-Sumbar Digunduli Akan Ditanami Sawit oleh Toke-toke Kaya
Pangkalan, Detak Indonesia--Sejumlah hutan di bebukitan perbatasan Riau-Sumbar digunduli oleh toke-toke kaya menggunakan alat berat ekskavator dengan memperbudak operator ekskavator meluluhlantakkan kayu-kayu balak/kayu log berdiameter 40 up yang tumbuh di hutan dua provinsi tersebut.
Tim investigasi Wartawan dan LSM DPP TOPAN RI wilayah Sumbagut prihatin aksi bejat perambah hutan yang terus memanfaatkan masyarakat sebagai pekerja perambah hutan
Sementara toke-toke kaya bersembunyi di belakangnya tak menampakkan diri kayak hantu.
Kepada masyarakat awak media ini bertanya siapa oknum yang merambah hutan di bebukitan itu, warga mengaku tak tahu. "Kalau bukan orang bermodal tak mungkin bisa membuka hutan di atas bukit itu Pak. Pasti orang berduit yang bisa mengerahkan alat berat ke atas bukit itu menumbang hutan," kata warga di perbatasan Sumbar-Riau.
Saat ini juga sudah terdengar dari tokoh masyarakat Pangkalan-Manggilang Sumbar telah bekerja sama dengan pemodal dari pabrik keetas akan membuka hutan alan seluas 3.500 ha dari rencana sekitar 7.000 ha lebih.
"Kami sudah ada bapak angkat dari pabrik kertas di Riau yang akan mengeluarkan kayu alam dari Manggilang Sumbar. Sudah diurus ke Menteri Kehutanan. Potensi kayunya cukup rapat, ada kulim, surian, meranti, dan lain-lain," kata seorang tokoh di Manggilang, Pangkalan kepada tim investigasi ini.


Ada stokepile sirtu tapi jalan lintas Riau-Sumbar rusak terus menerus tiap tahun dapat anggaran perbaikan jalan. (azf)
Tulis Komentar