Spora Kemandirian di Tapung Hulu: Ibu-Ibu Seroja Rintis Sentra Jamur Tiram
Melihat potensi dan semangat tersebut, PHR hadir memberikan modal awal berupa baglog sekaligus pelatihan teknis. Mereka diajarkan ilmu dari hulu ke hilir, mulai dari teknik perawatan, pengendalian hama, hingga manajemen kelompok yang profesional.
Perubahan tidak datang dalam semalam. Dewi Murni memimpin 10 anggota kelompoknya untuk keluar dari zona nyaman. Ia mencatat tingkat kelembapan kumbung (rumah jamur) setiap hari dan belajar memahami siklus hidup jamur dengan sangat detail. Di bawah kepemimpinannya, kelompok ini menerapkan sistem piket bergiliran untuk memonitor perkembangan jamur.
“Ibu-ibu sekarang sudah tahu cara merawat dan mengantisipasi hama. Ternyata merawat jamur itu seperti merawat anak bayi, butuh perhatian khusus dan ilmu yang pas,” ujar Dewi.
Hasilnya kini mulai terasa. Budidaya jamur tiram telah menjadi sumber pendapatan baru bagi 10 anggota kelompok SEROJA. Namun, bagi Dewi, perubahan yang paling membanggakan adalah transformasi mentalitas para anggotanya.
Para ibu yang dulunya hanya fokus pada urusan domestik, kini tampil lebih percaya diri dalam berdiskusi dan mengambil keputusan. Mereka bahkan memiliki visi besar: menjadikan Desa Rimba Beringin sebagai Sentra Jamur Tiram untuk pengembangan ekonomi lokal.
Tulis Komentar