Perempuan telaten dan kreatif dalam mengolah produk

PTPN IV PalmCo Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan melalui Pengolahan Limbah Sawit

Di Baca : 423 Kali
PTPN IV PalmCo mendorong kemandirian ekonomi perempuan di daerah sentra perkebunan melalui pelatihan inovasi produk turunan sawit, khususnya pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)

Pekanbaru, Detak Indonesia -- PTPN IV PalmCo mendorong kemandirian ekonomi perempuan di daerah sentra perkebunan melalui pelatihan inovasi produk turunan sawit, khususnya pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Kegiatan yang diinisiasi Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) serta menggandeng Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta Dinas Perkebunan tersebut diikuti seratusan peserta, yang mayoritas merupakan perempuan dari wilayah Kabupaten Kampar, Riau.

Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso mengatakan bahwa penguatan peran perempuan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga petani sawit.

“Kita semua sepakat bahwa sawit adalah pohon kehidupan. Setiap jengkal tanaman sawit memiliki nilai yang bisa dimanfaatkan. Termasuk hari ini, melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong perempuan agar memiliki keterampilan tambahan, sehingga mampu menciptakan produk bernilai jual dari sawit, bahkan dari limbahnya sekalipun,” kata sosok berkacamata itu.

Ia menjelaskan, potensi besar sawit harus dapat terus digali untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, mulai dari pangan hingga kerajinan tangan. Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali kemampuan mengolah umbut sawit menjadi camilan stik, memproduksi minyak angin berbasis sawit, hingga mengolah limbah lidi sawit menjadi kerajinan yang berpotensi menembus pasar ekspor.

“Ini membuktikan bahwa tidak ada bagian dari sawit yang tidak bermanfaat. Semua bisa diolah menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar