Melawan Kodrat Sumur Tua:

Strategi Pengeboran PHR Tahan Laju Penurunan Produksi Blok Rokan Demi Ketahanan Energi

Di Baca : 2636 Kali
KEANDALAN MANUSIA & TEKNOLOGI: Dua Perwira PHR melakukan inspeksi rutin pada fasilitas pompa angguk, di Wilayah Kerja Rokan. Selain investasi teknologi, keandalan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penerapan standar keselamatan (HSSE) yang ketat menjadi kunci sukses PHR dalam menjaga stabilitas produksi di lapangan Rokan. (Dok. Humas PHR)
 

Dalam menjalankan operasi berskala raksasa ini, PHR terus berkoordinasi ketat dengan pemerintah (SKK Migas) untuk memastikan setiap program kerja dieksekusi dengan kehati-hatian.

"Setiap barel yang berhasil kita pertahankan dari natural decline adalah wujud komitmen nyata kami bagi negara. Karena WK Rokan beroperasi dengan skema Gross Split, kami memiliki tanggung jawab untuk mengelola seluruh risiko operasional secara mandiri. Oleh karena itu, di tengah tantangan sumur tua, kami terus berupaya melakukan efisiensi operasional dan optimalisasi teknologi. Tujuannya agar setiap aktivitas pengeboran mampu memberikan dampak yang terukur bagi upaya menjaga urat nadi migas nasional," tambah Andre.

Di tengah ritme operasi yang agresif serta komitmen kuat untuk memberdayakan pengusaha lokal Riau, revitalisasi aset warisan dan pengeboran masif akan terus dipacu beriringan dengan pembinaan mitra kerja lokal.

"Kami mewajibkan pemenuhan standar keselamatan tanpa pengecualian apa pun. Bagi kami, operasi yang masif wajib menjadi operasi yang selamat," pungkas Andre.

Tentang PHR Zona Rokan
 
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar