perkebunan modern kini berkembang jadi industri berbasis teknologi presisi

BUMN Perkebunan Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Talenta Adaptif

Di Baca : 61 Kali
Dalam kegiatan bertajuk Transformasi Sarjana ke Talenta melalui Student Journey ASRI yang dihadiri langsung Rektor Universitas Riau, Profesor Dr Sri Indarti serta ratusan Kepala Program Studi di Universitas Riau, Pekanbaru, Kamis (18/5/2026), Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso menjelaskan bahwa di lingkungan kerja di BUMN, terutama PTPN IV PalmCo telah mengalami perubahan secara fundamental seiring derasnya arus digitalisasi, disrupsi teknologi, persaingan global, hingga tuntutan keberlanjutan lingkungan. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)
 

Menurut Bambang, sektor perkebunan modern kini telah berkembang menjadi industri berbasis teknologi presisi atau precision agriculture yang membutuhkan SDM dengan penguasaan teknologi dan kemampuan berpikir adaptif.

“Transformasi industri tidak bisa dihindari. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menyiapkan lulusan yang siap menghadapi perubahan, menguasai teknologi, dan memiliki pola pikir inovatif,” papar pria berkacamata itu.

Selain penguatan kompetensi teknis, Bambang juga menekankan pentingnya karakter sebagai pondasi utama dalam membangun talenta masa depan.

Ia mengatakan proses rekrutmen yang dilangsungkan oleh BUMN ini tidak lagi menitikberatkan pada indeks prestasi atau sertifikat kompetensi, namun juga mengukur integritas, etika kerja, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan melalui implementasi budaya kerja AKHLAK.

“Attitude adalah fondasi, sedangkan hard skill menjadi akselerator. Keduanya harus berjalan beriringan,” tutur pria berkacamata tersebut.

Dalam paparannya, Bambang turut menguraikan sejumlah kompetensi yang diproyeksikan menjadi kebutuhan utama industri masa depan, seperti data analytics, digital mindset, sustainability, green energy, serta pemahaman terhadap AI dan otomasi.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar