BUMN Perkebunan Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Talenta Adaptif
Menurut Bambang, sektor perkebunan modern kini telah berkembang menjadi industri berbasis teknologi presisi atau precision agriculture yang membutuhkan SDM dengan penguasaan teknologi dan kemampuan berpikir adaptif.
“Transformasi industri tidak bisa dihindari. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menyiapkan lulusan yang siap menghadapi perubahan, menguasai teknologi, dan memiliki pola pikir inovatif,” papar pria berkacamata itu.
Selain penguatan kompetensi teknis, Bambang juga menekankan pentingnya karakter sebagai pondasi utama dalam membangun talenta masa depan.
Ia mengatakan proses rekrutmen yang dilangsungkan oleh BUMN ini tidak lagi menitikberatkan pada indeks prestasi atau sertifikat kompetensi, namun juga mengukur integritas, etika kerja, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan melalui implementasi budaya kerja AKHLAK.
“Attitude adalah fondasi, sedangkan hard skill menjadi akselerator. Keduanya harus berjalan beriringan,” tutur pria berkacamata tersebut.
Dalam paparannya, Bambang turut menguraikan sejumlah kompetensi yang diproyeksikan menjadi kebutuhan utama industri masa depan, seperti data analytics, digital mindset, sustainability, green energy, serta pemahaman terhadap AI dan otomasi.
Tulis Komentar