Mengancam dengan Senjata, Menakutkan Sekali

Narkoba, Penyebab Sawit Rakyat di Sumut Rentan Pencurian Terorganisir Disertai Kekerasan

Di Baca : 60 Kali
Keluhan tentang maraknya pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit masih sering terdengar di berbagai sentra perkebunan, termasuk di Sumatera Utara. Tidak hanya kebun perusahaan, petani kecil pun tak luput jadi sasaran. Pencurian bahkan ada yang dilakukan secara teorganisir dilengkapi dengan senjata. Narkoba dipercaya menjadi salah satu penyebab utama aksi ini terjadi. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)

Binjai, Detak Indonesia -- Keluhan tentang maraknya pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit masih sering terdengar di berbagai sentra perkebunan, termasuk di Sumatera Utara. Tidak hanya kebun perusahaan, petani kecil pun tak luput jadi sasaran. Pencurian bahkan ada yang dilakukan secara teorganisir dilengkapi dengan senjata. Narkoba dipercaya menjadi salah satu penyebab utama aksi ini terjadi.

Di sejumlah desa, aksi pencurian buah sawit jelang panen kerap jadi persoalan serius bagi masyarakat. Sebab, hal itu berdampak langsung terhadap kelangsungan hidup keluarga mereka.

Satu di antara petani sawit yang merasakan dampaknya adalah Arman (54), warga Kabupaten Langkat. Kebun sawitnya yang notabene tidak luas sering menjadi sasaran pencurian, terutama menjelang jadwal panen rutin.

Bagi warga yang menggantungkan hidup dari hasil kebun seperti keluarga Arman, setiap tandan yang hilang memiliki arti besar. Buah yang seharusnya menjadi sumber biaya sekolah anak, kebutuhan dapur, hingga modal perawatan kebun, justru berpindah tangan secara ilegal kepada para pelaku pencurian.

"Saya ini petani kecil. Produksi kebun tidak banyak. Jadi ketika buah yang sudah siap panen itu dicuri, dampaknya langsung terasa ke ekonomi keluarga. Pernah saya kesulitan membeli pupuk karena hasil panen berkurang, sementara kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi," ujar Arman saat berbincang di kediamannya, Jumat (19/6/2026).

Perbuatan para pencuri, menurut Arman, semakin hari semakin berani.  

“Kalau lihat polanya, pencurinya terorganisir. Terkadang kalau kepergok mereka berani mengancam kami dengan senjata. Jadi ya menakutkan sekali,” kisahnya.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar