Narkoba, Penyebab Sawit Rakyat di Sumut Rentan Pencurian Terorganisir Disertai Kekerasan
Menurut Region Head PTPN IV Regional 2, Budi Susanto, pencurian sawit merupakan salah-satu tantangan yang menjadi perhatian khusus bagi manajemen. Selain mengurangi hasil produksi, praktik tersebut juga berpotensi menciptakan rantai ekonomi ilegal yang merugikan banyak pihak.
"Setiap tandan buah yang dicuri bukan hanya mengurangi produksi Perusahaan, tetapi juga berdampak terhadap efisiensi operasional dan keberlanjutan usaha," ujar Budi.
Sesuai arahan direksi, lanjut Budi, PTPN IV Regional 2 terus melakukan evaluasi dan mengembangkan strategi penguatan sistem keamanan Perusahaan. Misalnya dengan membentuk tim khusus pemetaan wilayah rawan, hingga pemanfaatan teknologi untuk mempersempit ruang gerak pelaku pencurian.
Sebab dalam beberapa kasus, para pelaku pencurian TBS bekerja secara terorganisasi. Bahkan, sebagian dari mereka juga membekali diri dengan senjata ketika melancarkan perbuatannya. Hal itu, kata Budi, membuat penanganannya perlu pendekatan yang lebih komprehensif.
"Karena itu kami terus memperkuat sistem pengamanan, meningkatkan patroli, memperbaiki pengawasan di titik-titik rawan, serta memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan masyarakat," ujar Budi.
Pencurian TBS telah menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi PTPN IV PalmCo. Di Distrik Rayon Utara misalnya, angka kehilangan TBS mengalami peningkatan signifikan kurun tiga tahun terakhir. Distrik Rayon Utara sendiri meliputi Kebun Kwala Sawit, Kebun Sawit Sebrang, Kebun Sawit Hulu, Kebun Batang Serangan dan Kebun Air Tenang. Kebun-kebun ini berada di Kabupaten Langkat.
Tulis Komentar