Narkoba, Penyebab Sawit Rakyat di Sumut Rentan Pencurian Terorganisir Disertai Kekerasan
Masalah tidak berhenti di situ. Berdasarkan data BNN, mayoritas pengguna narkoba berada pada usia produktif, kelompok yang seharusnya menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Ketika penyalahgunaan narkotika meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu pengguna, tetapi juga keluarga, dunia usaha, dan masyarakat secara luas.
Karena itu, menurut Arya, upaya pemberantasan pencurian sawit dan perang melawan narkoba sejatinya merupakan dua agenda yang saling berkaitan. Ketika peredaran narkotika berhasil ditekan, ruang bagi berbagai tindak kriminal yang menyertainya juga dapat dipersempit.
Sebaliknya, jika narkoba terus merambah, maka ancaman terhadap penghidupan masyarakat serta produktivitas sektor perkebunan akan terus membayangi Sumatera Utara.
"Menjaga kawasan perkebunan dari kejahatan tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan bebas narkotika. Karena itulah PTPN IV PalmCo mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan aparat penegak hukum. Kami juga akan melakukan berbagai inisiatif bersama seluruh pihak untuk menekan dan mencegah peredaran serta penggunaan narkoba di sekitar kebun," ujar Arya.
Dari peninjauan ini, jajaran direksi PTPN IV PalmCo juga berhasil menemukan sejumlah titik rawan yang selama ini turut menghambat upaya Perusahaan dalam menghentikan untuk pencurian TBS. Contohnya beberapa basis aktivitas kriminal yang mendukung jejaring pencuri sehingga merugikan miliaran rupiah, baik terhadap kebun sawit rakyat, maupun kebun sawit negara.
Guna menutup celah itu, PTPN IV PalmCo akan terus memperkuat sistem pengamanan sekaligus koordinasi dengan aparat penegak hukum.
"Ada juga basis-basis penadah yang sebenarnya ini sudah jadi rahasia umum. Semoga semua barang bukti bisa mempercepat penindakan dari para aparat penegak hukum. Kita berharap aparat penegak hukum merespons baik upaya ini," ujar Arya mengakhiri. (tim)
Tulis Komentar