Kenapa Syarwan Keberatan Pemberian Gelar ke Jokowi
Tapi tiba-tiba saja tengah malam tersentak, kalau sogokannya banyak, ulatnya pasti banyak ini. Besoknya Sutiyoso telepon seperti itu memang bagi yang pemuda yang baru berkarir jangan terlalu menjadi pemberani. Semua dilibas, sisakan rasa takut sedikit. "Rasa takut itu yang membuat Saya membatalkan. Itu yang terjadi juga pada mobil Damkar, Menterinya kenak, Saya tak kenak karena Saya tak mau. Dan seterusnya. Jadi mahal sekali untuk menegakkan marwah itu.
Bagi Saya kalau di tengah jalan terhenti karena satu kesalahan, yang malu bukan keluarga Saya saja. Tapi Riau baru punya Atuk-atuknya menteri. Di Riau itu ada tiga jenderal, satu Brigjen namanya Syarwan Hamid. Dua Mayor Jenderal namanya Syarwan Hamid. Tiga Letjen namanya Syarwan Hamid. Tri and One memang satu pada hakikatnya. Untunglah kalian punya orang yang banyak takutnya juga. Bukan pemberani yang ngawur. Sekarang Saya katakan kepada Jokowi anda membiarkan terus China ini masuk, mempermudah investasi mereka sehingga mereka bisa membuat proyek-proyek yang diubah untuk alat infiltrasi, invasi militer, Saya dengan teman-teman saya akan melawan anda.
Mungkin Jokowi itu bukan dikatakan jahat seperti itu ya, tapi di belakang dia itu banyak pembisik yang tak benar. Makanya Nabi Muhammad mengatakan jika ingin tahu seseorang itu lihat siapa di sekitarnya. Walaupun kelihatan baik, di sekitarnya ada syetan, ada iblis dan segala macam itu gambaran pemimpin itu jadinya. Jadi ingat Pak Jokowi jangan sembarangan memilih orang. Syharil agar dengar ini, kecuali anda dalam skenario itu. Walaupun anak PKI bermebntal Pancasila dia bisa jadi Presiden. Tapi jangan Aku Bangga Jadi Anak PKI So What PKI, So What Komunisme itu berarti ingin balik itu. Ingin kembali kan? Apa kalian biarkan? Lawan terus. Di sini gambar tiap meter hampir gambar satu calon ya. Tambah itu gambar sampai tak ada ruang lagi. Tapi Riau tetap akan memilih yang lain. Bukan karena apa-apa, tapi karena tadi itu kesadaran, kita tidak mau kehilangan kedaulatan. Ditukar dengan jalan tol dengan apa pun tak seimbang dengan Kedaulatan Bangsa ini. Pertahankan dan tumbuhkan dengan darah dan air mata. "Itulah kenapa Saya bersemangat. Saya sebenarnya harus membatasi jangan terlalu kali karena baru operasi jantung ada tabung gas di sini. Tapi kok Saya jadi semangat ya. Allah Akbar," tutup Syarwan. (azf)
Tulis Komentar