Loading...
Perayaan HUT RI KE 74 Tahun 2019 di Koto Gasib Siak

Lantunan Musik Drum Blek SMPS KTU Siak Pukau Penonton

Di Baca : 493 Kali
Camat Koto Gasib Dicky Sofian juga mengapresiasi terhadap siswa-siswi SMPS KTU dan berharap siswa-siswa yang lainya agar bisa lebih kreatif memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai

Laporan Adifa Detak Indonesia. 

Siak Sri Inderapura, Detakindonesia.co.id -- Ketika seorang gadis cantik SMP dengan tongkat mayoret di tangannya meliuk- liuk memberi aba- aba. Sementara di belakanganya ada puluhan pelajar SMP menabuh berbagai alat perkusi hingga berkumandang, Kamis 22 Agustus 2019. 

Deruhnya suara perkusi yang harmonis dengan irama lagu yang membakar semangat, lantunan suara perkusi dari jarak jauh sangat jelas dan merdu terdengar. Maka dari pada itu orang  akan menilai, suara yang terdengar bersumber dari group Marching band yang tengah beraksi.

Aksi deruh perkusi tersebut ternyata bukanlah sebuah group marching band melainkan group Drum Blek yang dimainkan oleh pelajar pelajar SMPS Kimia Tirta Utama (KTU). Drum Blek adalah peralatan perkusi yang dibuat dari barang barang bekas seperti jerigen bekas, ember bekas, kaleng serta bambu yang menghasilkan deruhnya harmoni nada yang sangat asyik dan membakar semangat kala mendengar lantunan Drum Blek tersebut. 

Terlihat kala itu. Puluhan kelompok siswa SMPS KTU itu menamakan dirinya adalah Drum Blek.  Artinya, kurang lebih Marching band dengan menggunakan peralatan dari Blek (Seng). Meski belum lama berdiri, SMPS KTU sudah pernah menorehkan berbagai prestasi yang cukup gemilang, diantaranya sekolah  Adiwiyata tingkat Provinsi Riau. 

Berangkat dari prestasi itu sekolah yang saat ini dipimpin Eri Apriyadi terus berinovasi. Salah satunya menciptakan alat musik Drum Blek. Baru ini, kelompok Drum Blek SMPS KTU turut memeriahkan peringatan HUT RI KE 74 di Sport Center PT KTU. Penampilan perdana kelompok Drum Blek mampu memukau masyarakat umum, termasuk Administratur PT KTU Achmad Zulkarnain beserta staff dan karyawan yang hadir dalam upacara perayaan HUT RI KE 74 Tahun 2019.

"Meski alat perkusi ini terbuat dari barang-barang bekas namun nada musiknya tidak kalah dengan alunan musik Marching Band. Saya berharap anak-anak kami siswa/i SMPS KTU bisa mempertahankan serta meningkatkan kreatifitasnya di bidang seni dan budaya, ini adalah hal yang sangat positif untuk anak-anak kita agar tertanam jiwa seni dan budaya yang berwawasan lingkungan" tutur Achmad Zulkarnain saat itu.  

Kedepannya Ia berharap, anak-anak tersebut merupakan generasi penerus yang akan lebih peduli terhadap lingkungan dan konsep pembangunan yang berkelanjutan (Green Generation). 

"Disamping kesenian kami juga mengedukasi siswa kami untuk tahu dan mengusai pengelolaan gambut yang baik dan benar sehingga dapat menularkan dan sharing knowledge tentang gambut yang berwawasan lingkungan" imbuhnya. 

Dalam hal tersebut, ADM PT KTU Achmad Zulkarnain yang kala itu didampingi langsung oleh Asisten Pembina Edukasi Slamet Riyadi juga menegaskan, dengan terwujud dan terbentuknya Duta Gambut lestari untuk meluruskan informasi-informasi yang negatif tentang gambut. Selain itu Ia juga mengapresiasi semangat pihak SMPS KTU dalam mengangkat alat musik Drum Blek kepermukaan. 

Untuk mendukung program sekolah Adiwiyata Provinsi Riau yang berwawasan lingkungan serta program Daerah Kabupaten Siak Hijau sesuai Peraturan Bupati No.22 tahun 2018.

Semangat para siswa-siswi SMPS KTU Siak sangat bersemangat saat melakukan antraksi Drum Blek di perayaan HUT RI KE 74 Tahun 2019.

"Melalui improvisasi perkusi ini akan menambah khasanah seni dan budaya yang terus terjaga, yang mana musik perkusi yang tercipta dari barang-barang bekas tersebut bisa menambah rona warna warni seni dan budaya kita saat ini. Mudah-mudahan melalui momentum ini, generasi muda bisa mewarisi nilai-nilai kesenian dan budaya Nusantara serta cinta budaya nya sendiri" harapnya.

Selamet Riyadi menambahkan, sebagai sekolah Adi wiyata di Provinsi Riau, Ia sangat mendukung SMPS KTU untuk menjadikan Drum Blek sebagai kegiatan tambahan (Ekskul) di sekolah.

"Kita selalu bekerja keras mengajarkan kepada  siswa/i agar terus kreatif di sekolah maupun lingkungan masyarakat, salah satunya memanfaatkan barang bekas jadi barang yang berguna menjadi hal yang bermanfaat dan mempunyai nilai tambah" katanya.

Kala antraksi Drum blek SMPS KTU beraksi ternyata musik Drum Blek yang terbuat dari barang-barang bekas tersebut berhasil memukau para penonton yang hadir saat acara Penurunan Bendera Merah Putih di Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 74 Tahun 2019. Di mana kegiatan tersebut berlangsung dilapangan olah raga Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. 

Dari amanatan awak media Detakindonesia.co.id, para tamu yang hadir serta masyarakat yang menyaksikan antraksi Drum Blek terlihat sangat antusias dan kagum atas atraksi Drum Blek yang dimainkan para siswa-siswi SMPS KTU yang mana, para siswa-siswi tersebut memainkan alat musik tersebut penuh semangat dan kompak.

Dengan kehadiran musik Drum Blek yang di mainkan oleh para siswa-siswi SMPS KTU telah berhasil memberi warna tersendiri di perayaan Karnafal di Koto Gasib. 

Camat Koto Gasib Dicky Sofian juga mengapresiasi terhadap siswa-siswi SMPS KTU dan berharap siswa-siswa yang lainya agar bisa lebih kreatif memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai dan Ia juga mendukung rencana Pemerintah Daerah yang akan menjadikan Kabupaten Siak Hijau. (DI)



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar