Loading...
LIBUR SEKOLAH DI PEKANBARU

Asap Makin Tebal, Iven Tour de Siak Terancam

Di Baca : 500 Kali
Pusat Kota Pekanbaru Riau diselimuti kabut asap tebal akibat karhutla Selasa (10/9/2019) kualitas udara Tidak Sehat. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Pekanbaru, Detak Indonesia--Kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau makin tebal dan pekat pada Selasa (10/9/2019) dan kualitas udara Tidak Sehat. Dan kondisi ini menurut masyarakat jika makin runyam tak bisa diatasi bakal mengancam penyelenggaraan internasional balap sepeda Tour de Siak 18 hingga 22 September 2019 di Kota Siak Sri Inderapura, Riau. Sebab peserta kelas dunia akan mendarat di bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru dan melanjutkan perjalanan ke Kota Istana Siak Sri Inderapura, Riau. 

Hingga Selasa tadi (10/9/2019) kendati jarak pandang di bandara SSK II Pekanbaru 800 hingga 1.000 meter namun pesawat masih bisa mendarat di bandara SSK II Pekanbaru.

Pusat Kota Pekanbaru depan Kantor Gubernur Riau dan Mapolda Riau Jalan Sudirman Pekanbaru Senin malam (9/9/2019) diselimuti asap tebal di malam hari.

Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi menginstruksikan jajarannya dan masyarakat luas untuk melaksanakan salat minta hujan atau Istisqa' di halaman Kantor Gubernur Riau Jalan Sudirman Pekanbaru pada Rabu pagi (11/9/2019) pukul 07.30 WIB. 

Menurut Gubernur Riau Syamsuar kabut asap karhutla dari kawasan gambut yang terbakar menurut pakar gambut tak bisa dipadamkan oleh manusia secanggih apapun peralatan yang dimiliki manusia. Yang bisa memadamkan hanya Allah SWT melalui hujan yang diturunkanNya.

Ibu Ayu menjemput anaknya di SDN 022 Rimbopanjang Kecamatan Tambang Kampar Riau Km 17 karena murid sekolah itu diliburkan akubat asap makin tebal dan menyesakkan

Sementara, melihat kondisi terkini tentang perkembangan kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru Riau atas kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.

Dan setelah menerima saran masukan, serta kajian teknis dari berbagai OPD terkait, maka Wali Kota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT mengintruksikan kepada Sekretaris Kota Pekanbaru untuk menetapkan libur Sekolah di semua tingkatan di Kota Pekanbaru terhitung Selasa dan Rabu tanggal 10-11 September 2019.

"Kepada Dinas Pendidikan agar sesegera mungkin menginformasikan hal ini  secara berjenjang kepada seluruh Kepala Sekolah.

Dan kepada para orang tua murid, agar memastikan anak-anaknya tidak berada atau berkeliaran di luar rumah atau ruangan. Apabila beraktifitas di luar ruangan, agar selalu menggunakan masker," imbau Walikota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT Selasa (10/9/2019).

Untuk ketentuan teknis libur ini ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

Berdasarkan instruksi Wali Kota Pekanbaru melalui Kadisdik Pekanbaru bahwa hari ini Selasa dan besok Rabu 10 dan 11 September 2019 semua jenjang sekolah PAUD/TK, SD dan SMP diliburkan karena kondisi kabut asap di Kota Pekanbaru sudah di level TIDAK SEHAT, dimohon diteruskan ke seluruh sekolah, demikian pesan Kadisdik Pekanbaru Abdul Jamal.

BBKSDA Riau turut menyumbang masker untuk masyarakat

"Demikian instruksi ini kami teruskan kepada seluruh jajaran pendidikan dan kami teruskan kepada masyarakat luas, semoga bencana kabut asap ini segera berkahir.. aamiin YRA," jelas Wali Kota.

ISPU Sedang Terus

Sementara pantauan wartawan di pusat kota Pekanbaru sepekan belakangan ini alat pencatat kualitas udara di depan Kantor Wali Kota Pekanbaru Jalan Sudirman catatannya SEDANG terus tak berubah padahal kabut asap kian tebal dan pekat di pusat Kota Pekanbaru. Bahkan murid sudah diliburkan akibat asap karhutla kian tebal. Demikian juga alat pencatat kualitas udara ISPU di Kantor KLHK Wilayah Sumatera Jalan HR Soebrantas Km 10,5 Panam Pekanbaru juga rusak sehingga masyarakat tak bisa tahu tentang kualitas udara padahal asap sudah pekat dan tidak sehat. 

Sebagian masyarakat dan wartawan yang melintas di depan mesin ISPU merasakan aneh aparat pemelihara mesin ISPU seperti membiarkan mesin ISPU itu rusak begitu lama masyarakat dan wartawan tak bisa tahu kualitas udara yang sebenarnya dari layar monitor ISPU tersebut.

Sementara data BMKG Pekanbaru Info Prakiraan Cuaca dan Hotspot Provinsi Riau, Selasa, 10 September 2019, Pagi hari Cerah Berawan. Berpotensi jarak pandang yang menurun diakibatkan oleh kekaburan udara akibat partikel kering seperti asap dan haze.

Siang hari Cerah Berawan. Malam hari Cerah Berawan. Potensi hujan ringan hingga sedang bersifat tidak merata terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar. Dini hari Cerah Berawan. Potensi hujan ringan hingga sedang bersifat tidak merata terjadi di sebagian wilayah Kabuoaten Kampar. Suhu udara 23.0 – 33.0 °C. 

Kelembapan udara 45 – 98 persen. Angin dari Tenggara – Selatan/10 - 20 km/jam. Info tinggi gelombang untuk perairan di Provinsi Riau pada umumnya berkisar antara 0.5 – 1.5 meter.

Titik panas (Hotspot) update pukul 06.00 WIB Sumatera Level Confidence > 50 % terdapat 598 hotspot tersebar di Sumbar 7 titik, Sumsel 170, Lampung 15, Jambi 241, Kepri 7, Babel 18, Bengkulu 2, Riau 138 titik (Kepulauan Meranti 1,Bengkalis 2, Kampar 6, Dumai 1, Kuansing 3, Pelalawan 33, Rokan Hilir 10, Indragiri Hilir 64, Indragiri Hulu 18 titik panas).

Riau Level Confidenc > 70 persen yang diyakini lahan terbakar terdapat 90 titik terdapat di Bengkalis 2 titik, Kampar 5, Pelalawan 18, Kuansing 3, Rokan Hilir 9, Indragiri Hilir 43, Indragiri Hulu 10. 

Dari pihak PT Angkasapura II Pekanbaru melaporkan jarak pandang 800 hingga 1.000 meter pada pagi hari pesawat di bandara Sultan Syarif Kadim II (SSK II) Pekanbaru masih bisa mendarat karena bandara SSK II sudah dilengkapi lampu pemandu Instruments Landing System (ILS).

Sementara wartawan lokal setempat di Desa Bunut Kabupaten Pelalawan Riau melaporkan lahan gambut yang ditanami kelapa sawit PT ADEI Plantation (PMA) Malaysia mengalami kebakaran lahqn gambut sejak empat hari lalu yakni pada Sabtu (7/9/2019) hingga Selasa ini (10/9/2019).

Data Dinas Kesehatan Riau Selasa (10/9/2019) 29.000 warga Riau terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di mana 7.000 pasien warga Kota Pekanbaru datang berobat ke sejumlah Puskesmas.(tim)



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar