Loading...
Kerjasama Sekretariat Nasional BUMP dengan APKARKUSI Riau

Kuansing, Kabupaten Perdana Dirikan BUMP di Riau

Di Baca : 1330 Kali
Acara pertemuan Penguatan Kelembagaan Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi (APKARKUSI) Riau dibentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP) APKARKUSI Mutiara Nagori di Kota Talukkuantan, ibukota Kabupaten Kuantan Singingi Riau, Sabtu (14/12/2019). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Talukkuantan, Detak Indonesia--Kabupaten Kuantan Singingi Riau menjadi kabupaten pertama di Provinsi Riau mendirikan Badan Usaha Milik Petani (BUMP). 

Melalui Acara pertemuan Penguatan Kelembagaan Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi (APKARKUSI) Riau dibentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP) APKARKUSI Mutiara Nagori di Kota Talukkuantan, ibukota Kabupaten Kuantan Singingi Riau, Sabtu (14/12/2019). Ini ditandai dengan penandatanganan akte notaris. 

Hadir pada acara ini sekaligus pembicara antara lain DR Erdiriyo dari Kemenko Perekonomian RI, Ketua Sekretaris Nasional (Seknas) BUMP DR Edi Waluyo pakar pertanian dan dosen, Notaris Katarina, inisiator pendirian BUMP Kuansing Alexander Pranoto, rekanan replanting Antoni Direktur PT Buana Orbit Sejahtera. Sementara peserta hadir dari Ketua APKARKUSI Kuansing Sepriadi dan anggota serta Ketua BUMP APKARKUSI Mutiara Nagori Azirwanto Nijon dan anggotanya. Hadir juga ketua-ketua kelompok tani dan koperasi dari Kabupaten Dharmasraya Dan Kabupaten Sijunjung Sumbar, Inhu Riau dan lain-lain. 

Penandatanganan akte notaris BUMP

Ir Syoffinal pembina APKARKUSI, dalam sambutannya mengatakan rencana replanting kelapa sawit di Kuansing seluas 8.000 ha tapi tahap awal yang dikerjakan 6.000 ha. 

"Dengan dibentuknya BUMP di Kuansing ini menjadi tonggak pertama berdirinya di Riau semoga akan berjalan baik ke depannya. Rencana replanting kebun karet di Kuansing Riau seluas 39.000 ha lebih. Total luas kebun karet di Kuansing ada seluas 139.000 lebih," kata Ir Syoffinal. 

Disebutkan dengan berdirinya BUMP APKARKUSI Mutiara Nagori Kuansing maka nantinya juga akan dibangun pabrik karet milik petani. 

Inisiator berdirinya BUMP Kuansing Alexander Pranoto dalam sambutannya mengisahkan kenapa dia berinisiasi BUMP ini karena sedih melihat kondisi kesejahteraan petani di beberapa daerah di Riau. Sudah banyak berdiri lembaga ekonomi desa, tapi kesejahteraan petani belum meningkat juga maka didirikan BUMP. 

Rencananya model BUMP ini akan dibuka juga di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Riau. Karena telah sukses di Wonogiri Jawa Tengah dan ketemu dengan Ketua Seknas BUMP DR Edi Waluyo. 

DR Edi Waluyo dalam sambutannya mengatakan sudah keliling Indonesia dalam pengamatannya bahwa replanting karet dan sawit menjadi masalah dan tak lancar pelaksanaannya termasuk di Riau dan ini menjadi masukan bagi Kemenko Perekonomian untuk dicarikan solusinya.

DR Edi Waluyo mengisahkan sukses BUMP Wonogiri Jateng yang kini telah ekspor beras merah berkat binaannya. Juga bagaimana BUMP di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengirim via kapal 10.000 ekor sapi untuk kebutuhan Jakarta saat Jakarta kekurangan daging. Rencana nanti Kuansing juga akan mendapat bantuan sapi melalui KUR untuk kebutuhan daging di Riau.

Sementara Staf Khusus Kemenko Perekonomian DR Erdiriyo menjelaskan permasalahan replanting sawit maupun karet terkadang yang ditemukannya yakni kepemilikan lahan sudah berpindah tangan bukan milik petani lagi. Kemudian pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga belum dimanfaatkan petani. 

"Indonesia masih impor jagung sekitar 3 juta ton per tahun. Saya dengar di Kuansing ini potensial ditanam jagung sebagai tanaman sela pada replanting sawit. Maka ini coba dikembangkan," kata DR Erdiriyo. Juga serai wangi, Sapi.(azf) 



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar