Pakar Pidana DR Nurul Huda: Biar Terang Benderang, Laporkan ke Polda Riau

Petani Datangi Disbun Riau, Tanyakan Pungutan Sawit Rp2,9 Miliar

Di Baca : 859 Kali
Sejumlah petani kelapa sawit Riau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendengarkan pemaparan Dinas Perkebunan Pemprov Riau, Rabu (9/9/2020). (ist)

Pekanbaru, Detak Indonesia--Sejumlah Petani kelapa sawit di Provinsi Riau mulai resah mempertanyakan penerapan kebijakan Biaya Operasional Tidak Langsung (BOTL) yang dipungut oleh sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terhadap hasil produksi perkebunan sawit mereka. 

Di Provinsi Riau, ada pabrik kelapa sawit (PKS) milik perusahaan besar seperti Wilmar Grup, First Resourses/Ciliandra Perkasa, Sinar Mas, Asian Agri, dan beberapa pabrik kelapa sawit milik perusahaan sedang dan kecil, sampai pabrik kelapa sawit yang tak memiliki kebun sawit. Maju pesatnya perusahaan sawit besar akhir-akhir ini, beberapa petinggi Wilmar diinformasikan telah membangun gedung pencakar langit di Jakarta.

Sejumlah petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendatangi Kantor Dinas Perkebunan Pemprov Riau di Pekanbaru, Rabu (9/9/2020). Mereka mempertanyakan penerapan kebijakan biaya operasional tidak langsung (BOTL) yang dipungut oleh sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terhadap hasil produksi perkebunan sawit di Riau yang mencapai Rp2,9 miliar setiap minggunya.



[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar