Setelah Rohil dan Kuansing, Aktivis GAMARI Mulai Sorot Kinerja Pemkab Bengkalis dan Kampar
"Untuk di Bengkalis, insyaaAllah secepatnya praktik haram kasus monopoli dan pembayaran di depan lelang proyek APBD sekitar 25 persen bagi para rekanan kontraktor terhadap Proyek Pemkab harus dibongkar. Misteri terkait dugaan keterlibatan mantan Bupati Amril Mukminin yang masih bisa mengatur jalannya proyek dari dalam Rutan Sialangbungkuk Pekanbaru wajib di usut tuntas. GAMARI tidak akan tinggal diam, cepat atau lambat pasti ketahuan!" tegas Aktivis Larshen Yunus.
Lanjutnya lagi, bahwa info terkait hal tersebut diperoleh A1 dari para rekanan kontraktor yang dizholimi. Para kontraktor yang merasa di zholimi sangat tidak terima dengan aturan seperti itu. Bagi mereka Bupati Bengkalis saat ini buk Kasmarni bukan Amril Mukminin.
"Nah, untuk di Kabupaten Kampar. Kami mencium aroma busuk terhadap kondisi hasil pengerjaan proyek pembangunan RSUD Bangkinang, yang disinyalir telah merugikan ratusan hingga miliaran uang daerah. Bupati Catur mesti bertanggung jawab!" tutur Alumni Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu.
Aktivis Larshen Yunus dan Paramitra juga katakan, bahwa misteri tidak dijalankannya Visi, Misi Azis-Catur pada saat Pilkada yang lalu masih menjadi tanda tanya. Semenjak meninggalnya Bupati Azis, kepemimpinan Catur Sugeng Susanto ibarat kapal oleng yang bergerak menuju Pulau Jawa.
Visi, Misi 3i sama sekali tak tau rimbanya. Investasi, Industri dan Infrastruktur (3i) masih menjadi isapan jempol saja. Catur justru diduga lebih semangat menimbun hartanya di kampung halaman, di Pulau Jawa sana.
Tulis Komentar