Petani Desa Tumang Siak Mulai Tanam Pinang dan Jagung Hibrida di Lahan APL 2.000 Ha
Saat ini Kementerian Pertanian KUR ini akqn naik kelas menjadi program prioritas Kementerian Pertanian. Di mana berbagai program pertanian ada. Mau beli alat berat traktor, pupuk dan sebagainya bisa.
Diharapkan lahan 2.000 hektare ini menjadi lahan food estate. Ir Indah menceritakan saat ke NTT beberapa waktu lalu panen jagungnya awalnya 3, 4 ton per hektare bisa meningkat hasil panennya menjadi 9 ton. Program kemitraan ini dengan offtaker secara klasterisasi supaya pupuk, benih disediakan kapan peteni mau. Petani mau kapan.
"Mohon ya Ketua Kelompok Tani Pak Sutrimo berkoordinasi dengan perbankan, koperasi secepatnya. Diminta juga pupuk Naga Mas bantu saprotannya untuk pupuknya. Hasil panennya tak telat semua. Hasilnya akan diambil dan sudah pasti pasarnya. Kalau tak pasti pasarnya, ini adalah uang pembiayaan yang tentunya akan dikembalikan lagi uangnya secara cicilan. Offtaker itu artinya yang mengambil hasil panen petani," tambah Ir Indah.
Ir Indah menggambarkan hasil panen 9 ton jagung per hektare dikalikan Rp5.000/kg petani bisa dapat Rp45 juta per hektare. Kemarin itu tak pakai KUR hanya dapat 3 sampai 4 ton dikali Rp5.000/kg didapat sekitar Rp15 juta sampai Rp20 juta. Ada perbedaannya.
"Kami bersama tim inginkan program ini berhasil," tutup Ir Indah sambil mengajak petani mengucapkan serentak dan bersama-sama yel-yel Pertanian, Maju Mandiri Moderen.(azf)
Tulis Komentar