Kematian Dimas Fernanda, Kepala bolong, leher patah, dan badan penuh memar

Kematian Tahanan Polsek Bukitraya Diselidiki Polda Riau

Di Baca : 2461 Kali
Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Riau, Kombes Asep Dermawan (kanan). (azf)
 

Atas hal itulah, pihaknya curiga dengan kematian Dimas di sel tahanan Polsek Bukitraya Pekanbaru.

"Makanya kami menilai, kematian korban ini tak wajar," ujarnya.

Pihak keluarga akhirnya menuntut keadilan dan meminta Polda Riau melakukan otopsi pada jenazah Dimas untuk mengetahui penyebab kematian korban. Tidak sampai di situ, istri korban juga merasa ditipu oleh penyidik Polsek Bukitraya Pekanbaru yang meminta uang Rp4,7 juta. Karena tak ada uang, istri korban diminta buat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.

3. Tiga bulan setelah kematian Dimas, tim Forensik RS Bhayangkara Polda Riau turun tangan.

Tiga bulan setelah kematian Dimas, tim Forensik RS Bhayangkara Polda Riau akhirnya melakukan proses ekshumasi atau membongkar makam Dimas untuk melakukan autopsi. Yaitu di TPU Muslim Medan Polonia, Kota Medan pada Ahad lalu (3/3/2024).

"Benar, hari Minggu kemarin tim dari Subdit 3 Unit 2 bersama tim dokter Forensik RS Bhayangkara (Polda Riau) melakukan ekshumasi terhadap jasad Dimas di TPU Muslim Medan Polonia," ucapnya, Selasa (5/3/2024).







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar