Kematian Dimas Fernanda, Kepala bolong, leher patah, dan badan penuh memar

Kematian Tahanan Polsek Bukitraya Diselidiki Polda Riau

Di Baca : 2464 Kali
Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Riau, Kombes Asep Dermawan (kanan). (azf)
 

2. Saat dimandikan keluarga, kepala Dimas berlubang, leher patah, dan badan penuh memar.

Sebelum meninggal dunia, Dimas juga menceritakan kepada istrinya bahwa ia pernah mendapat ancaman sodomi dan siksaan. Hal itu diutarakan istrinya kepada kuasa hukumnya.

"Jadi sebelum meninggal, korban pernah menghubungi istrinya dari dalam sel tahanan Polsek Bukitraya. Saat itu korban meminta uang, karena korban dapat ancaman akan disodomi dan disiksa," terangnya.

"Siapa yang mengancam, ini yang kita belum tahu," jelasnya.

Saat jenazah dibawa ke Medan untuk dimakamkan, keluarga Dimas menemukan beberapa kejanggalan pada tubuh Dimas. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarganya saat memandikan jasad Dimas, mereka menemukan kondisi tubuh Dimas yang sangat memprihatinkan.

"Jadi cerita keluarganya saat memandikan korban, itu kepalanya bolong, tepat di belakang telinga kiri. Kemudian lehernya patah," jelasnya.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar