Inilah Wajah Pembunuh Pensiunan PTPN V Riau
Ketua RW di wilayah rumah korban, Ivan Syahlutfi menjelaskan korban tinggal seorang diri di rumah tersebut. Sebelum ditemukan meninggal bersimbah darah, korban sempat pergi ke bank dengan supirnya, Raka.
Namun sejak pergi pada 29 Mei 2024 lalu, Hp korban sudah tidak aktif lagi hingga malam. Anak korban yang khawatir lalu datang untuk mengecek karena tidak dapat dihubungi.
"Anaknya ini ada empat. Lalu anaknya yang tinggal di Kubang Pekanbaru datang karena sejak dari 29 Mei 2024 tak bisa dihubungi sampai sorenya," kata Ivan.
Setiba di rumah korban, anaknya masuk lewat pintu samping. Namun ia terkejut ada tumpukan kain ketika mau menghidupkan lampu di ruang tamu.
"Anaknya masuk dan waktu mau hidupkan lampu kok ada seonggok kain. Lalu dipanggillah tetangga dan waktu mau dihidupkan ada seonggok, karena sudah pening anaknya minta antarkan sama RT dan dihidupkan, disenter memang bapak ini. Posisi darah sudah kececeran," tambah Ivan.
Tulis Komentar