Kegiatan diikuti 100 petani mitra dan karyawan perusahaan

Perkuat Kemandirian Pangan, BMKG-PTPN IV Regional III Gandeng Petani Literasi Iklim

Di Baca : 1566 Kali
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Provinsi Riau bersama PTPN IV Regional III, bagian dari Sub Holding PTPN IV PalmCo yang mengelola perkebunan sawit terluas di dunia menggandeng petani untuk meningkatkan literasi iklim melalui Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik 2024. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)
 

"Keberadaan PTPN adalah untuk tumbuh dan berkembang bersama petani. Rekan-rekan petani mitra bisa berproduksi yang sama dengan kita dan meningkat. Tugas kami sebagai mitra dan bapak angkat agar petani lebih sejahtera. Karena pengaruh iklim dan cuaca terhadap pertumbuhan tanaman sangat signifikan. Kalau tidak diantisipasi dengan treatment yang tepat, berpotensi menurunkan produksi, sehingga diberikan mitigasi agar perubahan iklim bisa dilakukan dengan lebih baik," urainya.

Secara keseluruhan, PTPN IV Regional III memiliki ribuan petani mitra dengan total areal perkebunan sawit mitra mencapai 56.000 hektare. Perusahaan secara berkelanjutan terus memperkuat kemampuan dan kapabilitas petani untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mitra melalui penerapan best practices. Kegiatan SLI Tematik ini menjadi satu dari beragam program kepada petani.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Riau, Viktor Edwar Hasiholan Sibuea menjelaskan bahwa SLI Tematik diselenggarakan berkat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, akademisi, dan masyarakat dalam upaya peningkatan pemahaman dan penerapan informasi iklim di sektor perkebunan sawit.

"Kami selaku penyelenggara acara mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materil sehingga terlaksananya acara Sekolah Lapang Iklim Tematik Tahun Anggaran 2024 Provinsi Riau ini," ujarnya.

Sekolah ini, lanjut dia, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menggunakan informasi iklim untuk kegiatan perkebunan sawit. Melalui program ini, BMKG ingin memastikan bahwa para peserta tidak hanya memahami informasi iklim yang diberikan, tetapi juga mampu menerapkannya secara efektif di lapangan.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar