Indonesia tiap tahun menerima 2.500 peti mati

Peluang Kerja di Luar Negeri Cukup Luas untuk Pekerja Indonesia

Di Baca : 1493 Kali
Sekretaris Utama BP2MI Pusat Rinardi didampingi Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau Fanny Wahyu Kurniawan dan Kadis Nakertrans Riau Roby Rachmat, dan pejabat lainnya saat peresmian Kantor Baru BP3MI Riau di Jalan Sumatera Pekanbaru, Senin (26/8/2024). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
 

"Kita inginkan peran Pemerintah Daerah, stakeholder, STIKES, Poltekkes, dari seluruh stakeholder yang ada tingkatkan kemampuan pekerja migran Indonesia dengan kompetensi yang baik. Kenapa gaji di luar negeri itu besar? Tentunya kerja secara resmi. Kalau tidak resmi ada resikonya. Pulang hanya nama. Mungkin dalam peti mati. Indonesia tiap tahun menerima 2.500 peti mati tenaga kerja migran Indonesia. Tiap hari menerima dua hingga tiga peti mati kami terima dari luar negeri," kata Rinardi.

Menurutnya lagi, itu bukan praktik dua, tiga tahun lalu itu warisan sepuluh, limabelas, dua puluh tahun lalu yang dulu mereka berangkat itu oleh Pemerintah sadar atau tidak dibiarkan begitu saja. Sekarang Indonesia menuai hasilnya. Hasilnya mereka pulang dalam kondisi sakit, hilang ingatan, kemudian di sini tak punya apa-apa. Berangkat dalam kondisi miskin, pulang dalam kondisi lebih miskin lagi. Sudah menjual harta benda.

Inilah yang dicoba putus mata rantainya bantuan dari kepolisian, TNI, instansi terkait bahu membahu meningkatkan kapasitas tenaga kerja juga mencegah perdagangan manusia ke luar negeri.

Ditanya khusus Riau menurut Rinardi Riau sama seperti Sumatera Utara ada Tanjungbalai Asahan, Riau ada Bengkalis sama Dumai. Ini daerah perbatasan. Ini sudah ada sejak sebelum kemerdekaan. Orang-orang yang bekerja ke Malaysia ke seberang itu sudah ada. Tak mungkin bisa dengan pendekatan hukum. Kalau itu dilakukan kasihan mereka karena mereka mau kerja kemana. Mereka butuh biaya hidup sehari-hari. Sehingga Pemerintah memfasilitasi paling tidak mereka terdaftar, terdata, sehingga mereka tidak menjadi korban eksploitasi di negeri orang.

Karena bagaimanapun juga Malaysia sebenarnya baik tapi ada satu sisi ada pengusahanya mencari pekerja yang murah. Mau digaji murah sehingga mereka juga bisa meningkatkan ekonominya. Riau juga pintu gerbang pengiriman tenaga kerja ke Malaysia.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar