Ganda Mora: Saya ke Jamwas Kejagung dan Komisi III DPR RI desak penyidikan

Masyarakat Rohil Geram, Harap Kejagung Umumkan Terduga Korupsi Dana PI Rp488 Miliar

Di Baca : 3189 Kali
Ist
 

"Sebelumnya, kami dari (INPEST) diarahkan KPK dan Kejagung terkait PI secara menyeluruh. Tetapi sejauh ini kami hanya menyampaikan soal PI Kabupaten Rohil yang menerima PI sebesar Rp488 miliar itu," kata Ganda Mora.

Sementara untuk penerimaan dana PI Rohil, pihak KPK dan Kejagung sudah memeriksa semua pejabat Rohil dan Pejabat BUMD PT SPRH. Ganda Mora, sebutan nama hari harinya Marganda Simamora juga membicarakan selain penghasil minyak dan gas (migas), Riau juga memiliki komoditas perkebunan unggulan dari sawit. Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, bahwa Riau termasuk produsen sawit terbesar di dunia.

Data Index Mundi mencatat bahwa pada 2021 Indonesia memiliki produksi sawit hingga mencapai 44.500 ribu Metrik Ton (MT), tertinggi dibandingkan Malaysia, Thailand, dan Kolombia.

Perkebunan kelapa sawit di Riau terus mengalami penambahan luas kawasan dalam kurun waktu 20 tahun ke belakang. Meskipun data tentang luasan lahan perkebunan di Riau cenderung variatif--bergantung pada lembaga yang merilis.

Jadi pada intinya ekspansi perkebunan sawit di Riau terus terjadi. Tetapi, sebutnya, beberapa lembaga, baik dari pemerintah seperti BPS dan Kementerian Pertanian, perhimpunan seperti GAPKI, dan NGO memiliki data luas kawasan yang berbeda.

Bagaimana tanggapan pihak perusahaan BUMD PT Riau Petroleum?Dikutip dari RiauPagi.com, Prof Husnul Kausarian mengakui dana PI 10 persen dari Blok Rokan untuk Riau telah dipastikan cair dengan nilai total Rp3,5 triliun.

"Sudah diserahkan semua kepada masing-masing daerah," kata Direktur BUMD Riau Petroleum Prof Dr Husnul Kausarian melalui sarana elektronik whatsapp (WA) pada Minggu lalu, (18/8/2024) dilansir RiauPagi.com.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar