Ganda Mora: Saya ke Jamwas Kejagung dan Komisi III DPR RI desak penyidikan

Masyarakat Rohil Geram, Harap Kejagung Umumkan Terduga Korupsi Dana PI Rp488 Miliar

Di Baca : 3193 Kali
Ist
 

"Bila dikelola dengan baik, melalui administrasi yang benar dan transparan, dana itu bisa berkembang mungkin hingga puluhan triliun ke depannya," ujarnya lagi.

Oleh karena itu, Ia menambahkan, Pemprov Riau harus melakukan pengawasan dengan intens. Sehingga dana itu benar-benar bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya untuk kepentingan Riau. Ia kembali melihat sebagai komoditas penghasil CPO yang sangat dibutuhkan Dunia, diskursus mengenai sawit terus berkembang tak hanya di kalangan pengusaha ataupun pemerintah, juga di civil society organization (CSO), non-government organization (NGO) bahkan di lembaga-lembaga riset dan penelitian.

"Diprediksi bahwa kebutuhan minyak sawit akan mengalami peningkatan 56 juta ton pada 2050 dari 2015 yang telah mencapai angka 174 juta ton. Sebagai penghasil minyak kelapa sawit terbesar di Dunia, sudah pasti industri ini sangat berdampak pada pembangunan negeri terutama dalam konteks perekonomian. Minyak sawit menjadi komoditas penting yang berdampak langsung pada pendapatan Negara," sebutnya.

Menurutnya, dari 2000 hingga 2019 luas perkebunan sawit mengalami kenaikan dengan luas total yaitu 8,7 juta hektare. Angka tersebut sama besarnya dengan luasan daerah Provinsi Riau. Jika ekspansi kawasan perkebunan sawit terus terjadi maka besar kemungkinan kawasan yang memiliki potensi untuk dikonversi seperti hutan akan terus mengalami penurunan luas kawasan.

Pertumbuhan luas kawasan perkebunan sawit seperti yang terlihat pada grafis di atas, tentunya linier dengan deforestasi yang terjadi di Indonesia. Meskipun beberapa pernyataan mengungkapkan bahwa lahan sawit bukan penyebab langsung dari deforestasi.

Faktanya beberapa perkebunan sawit berada di atas lahan dengan fungsi hutan. Menurut analisanya keberadaan lahan perkebunan sawit yang berada di dalam kawasan hutan. Dari analisa diketahui bahwa total luasan tutupan sawit yang berada di dalam kawasan hutan mencapai 3,3 juta hektare.

Dari grafis yang ditampilkan, jika dilihat berdasarkan region, Sumatera dan Kalimantan memiliki angka luas lahan sawit di dalam kawasan hutan terluas dibandingkan region lainnya. Sawit dalam kawasan hutan di Region Sumatera sebesar 2,2 juta hektare. Kalimantan berada menyusul dengan total luasan kurang lebih 1 juta hektare.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar