Jembatan Tak Pakai Pondasi, Dibongkar Lagi Informasinya Sejumlah Pejabat PU Diperiksa, Ada Kerugian

Polda Riau Belum Jelaskan Kasus Pembongkaran Jembatan Bailey Jalan Amblas Riau-Sumbar Km 106-107

Di Baca : 17947 Kali
Foto atas dan tengah adalah jembatan sementara kerangka baja (Bailey) dipasang pertama awal 2025 lalu dan ditinjau Kapolda Riau sebelumnya yakni Irjen Pol Mohammad Iqbal. Foto paling bawah jembatan Bailey itu sudah dibongkar menghabis dana besar tapi mubazir bagaimana pertanggungjawaban dananya? Mei 2025 ini sedang dibangun lagi jembatan baru di jalan amblas Km 106/107 Riau-Sumbar. (azf)

Tanjung Alai, Detak Indonesia--Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melalui Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom Karibianto belum juga menjelaskan ada tidaknya pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Balai Jalan Kementerian PU Nasional Provinsi Riau, PPK, konsultan, kontraktor dan pengawas, terkait apakah sudah dipanggil diperiksa pejabat terkait skandal proyek gagal pemasangan jembatan Bailey (sementara) di jalan amblas di jalan lintas Riau-Sumbar Km 106-107.

Kasus jembatan amblas ini viral sekali beberapa waktu lalu di jagad maya dan heboh dalam pembicaraan sebagian masyarakat Riau-Sumbar antara lain para supir angkutan barang. Karena jalur itu ditutup total kendaraan tak bisa lewat beberapa hari dulu. Lalu kendaraan dari Sumbar-Riau yang membawa hasil bumi dialihkan ke rute Sumbar-Talukkuantan-Pekanbaru. Akhirnya dibuat jalan darurat di samping jembatan amblas tersebut dan dapat dilalui truk-truk besar seperti truk tronton angkut batu alam dari Sumbar ke Riau saat ini. Kini timbul pertanyaan besar ada hutan HPT yang digunduli diduga penyebab banjir merontokkan jembatan tersebut. Tapi pelaku perusak hutan tak dicegah mendeforestasi hutan Pongkai dan Koto Tuo XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Riau termasuk hutan di perbatasan Sumbar.

Ribuan hektare Hutan Produksi Terbatas (HPT) Pongkai dan Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Riau di perbatasan Riau-Sumbar Km 110 sudah gundul diekskavator perambah liar. Sekarang sedang berlangsung penanaman sawit besar-besaran di lokasi sini. Gundulnya HPT itu menurut masyarakat inilah barangkali penyebab air bah air besar meruntuhkan jembatan di Km 106-107. Karena hutan sudah gundul tak lagi pohon alam dominan menyerap air hujan yang turun. Fungsi absorbsi (menghisap) akar pohon alam terhadap air sudah musnah digeledor perambah liar yang dibiarkan aparat penegak hukum mengekskavatornya.

Hutan Produksi Terbatas (HPT) Pongkai dan Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar, Kampar Riau gundul mengalirkan air besar ke jembatan amblas di jalan lintas Riau-Sumbar Km 106-107.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar