Raih SPE-GRK Perdana di Indonesia

Menteri Lingkungan Hidup Usul PTPN IV PalmCo Manfaatkan Peluang Trading Carbon Pasar Internasional

Di Baca : 1503 Kali
Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq mengunjungi pembangkit tenaga biogas cofiring Lubuk Dalam, Siak, Riau, Sabtu (10/5/2025). PTBg di bawah pengelolaan PTPN IV PalmCo tersebut meraih lompatan tinggi usai berhasil mengantongi SPE-GRK pertama di Indonesia sektor industri perkebunan, yang mengukuhkan PTPN IV PalmCo dalam program dekarbonisasi nasional. (Dok. Humas PTPN IV Regional III)
 

Selain PTBg Lubuk Dalam, PTPN IV PalmCo juga memiliki 10 unit fasilitas methane capture lainnya dalam beragam jenis baik pembangkit listrik, cofiring, bio CNG dan lain sebagainya.

“Apapun bentuknya, pastinya POME harus diolah. Sehingga tujuan Pemerintah kita untuk mempercepat net zero emission sebelum 2060 bisa diwujudkan. Ditambah lagi, circular economy yang diterima juga memberi value lebih bagi pelaku industri,” ucapnya.

Biogas Cofiring PKS Lubuk Dalam yang telah menerima sertifikat SPE-GRK telah terdaftar di IDX Carbon.

“Kita sudah berhasil menjual 21.500 CO2Eq dan dengan hal tersebut PalmCo menjadi perusahaan perkebunan pertama di Indonesia yang bertransaksi di IDX Carbon atau perusahaan ke 4 untuk seluruh industri,” bebernya.

Selanjutnya Ugun juga berkeyakinan pihaknya akan mampu lebih cepat dalam sertifikasi fasilitas energi terbarukan PalmCo lainnya.  

“Insya Allah dengan bantuan pak Menteri yang luar biasa dan dukungan seluruh pihak, untuk selanjutnya kami percaya akan lebih cepat menyelesaikan proses sertifikasi di Pembangkit lainnya,” tukas Ugun.

Sebagaimana diketahui, saat ini PTPN IV PalmCo mampu mereduksi emisi sebesar 208.000 ton CO2eq dan dipercaya hingga 2030, melalui 30 fasilitas EBT yang dikembangkan, Perusahaan pengelola sawit terluas di dunia ini akan mereduksi 836.000 ton CO2Eq. (tim)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar