Puluhan Truk Lancar-lancar Saja Angkut TBS Sawit dari Kawasan TNTN

Walau Ditertibkan Satgas PKH, Buah Sawit dari TNTN Masih Lancar Diangkut Keluar

Di Baca : 30058 Kali
Buah sawit dari dalam kawasan HPT, HP, HPK Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Desa Airhitam, Desa Lubuk Kembang Bungo, Desa Bukit Kesuma, Desa Toro Jaya, Desa Gondai, masih lancar diangkut keluar puluhan truk Colt Diesel setiap harinya ditampung oleh sejumlah peron dan pabrik kelapa sawit (PKS), Minggu dan Senin (29-30 Juni 2025). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Lubuk Kembang Bungo, Detak Indonesia--Walau Tim Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) baru-baru ini tegas menyegel aktivitas kebun sawit di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di kawasan Desa Toro Jaya, Gondai, Lubuk Kembang Bungo, Air Hitam dan sekitarnya, namun tandan buah segar (TBS) sawit dari dalam kawasan TNTN itu tetap lancar diangkut keluar oleh puluhan truk, Minggu dan Senin (29-30 Juni 2025).

Pantauan wartawan dan Tim Investigasi DPP TOPAN RI Wilayah Sumbagut, puluhan truk Colt Diesel masih aman-aman dan santai-santai saja mengangkut TBS sawit baik dari dalam zona inti TNTN, kawasan HPT, HP, dan HPK TNTN. Ribuan kawasan inti, HPT, HP HPK sudah berganti dari hutan alam menjadi hamparan perkebunan sawit ilegal, membangun, menanam sawit secara nonprosedural, tanpa izin resmi Pemerintah.

Tim investigasi sempat bertemu dan wawancara dengan petinggi Desa Airhitam, Lubuk Kembang Bungo, dan sejumlah masyarakat. Bahwa kata warga adalah perusahaan yang duluan membabat hutan di kawasan TNTN. Ada perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) sebelumnya. Perusahaan inilah yang pertama membuat jalan balak, dan sekarang eks jalan kayu balak itu dimanfaatkan warga membuka kebun sawit.

"Kesalnya masyarakat kepada oknum aparat Pak, mereka tangkap satu atau dua alat berat ekskavator, tapi kemudian mereka 86 kan Pak. Maksudnya tangkap lepas. Itu cerita tangkap lepas itu sudah tidak menjadi rahasia umum lagi bagi kami warga daerah ini. Saat menangkap dibawa minta didampingi Bhabinkamtibmas atau Babinsa desa di sini, eh aparat itu Pak kemudian lepaskan lagi, maunya Satgas PKH ini tangkap lah oknum aparat kehutanan yang tangkap lepas itu. Makanya kami kesal akhirnya kami juga buka hutan dikit-dikit tanam sawit. Cukong besar bisa buka luas kebun sawit, kok kami dilarang yang kecil-kecil ini hanya untuk bisa makan. Bukan untuk kaya seperti cukong-cukong itu," kata Ron inisial salah seorang warga yang mendampingi tim investigasi melacak mana kebun perusahaan dalam kawasan TNTN dan kebun para cukong, pemilik peron dan sebagainya.

Jalan lintas gajah atau koridor gajah di kawasan HTI tanaman eucaliptus PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) Riau, yang tak berhutan alam lagi, Senin (29/6/2025). (azf)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar