Dispora Pekanbaru Dikecam Keras: Bikin Lomba Opini Saat Atlet Menjerit Butuh Peralatan
“Kepada Wali Kota, tolong beri peringatan keras kepada Kadispora. Dunia olahraga ini bukan panggung seremonial dan proyek-proyek asal-asalan. Kami punya generasi muda bertalenta yang butuh didampingi dan difasilitasi, bukan diabaikan dengan program gaya-gayaan,” ucapnya.
Kritik tajam tidak hanya berhenti pada tataran elit media. Sejumlah pelatih dan atlet dari cabang olahraga seperti atletik, taekwondo, bola voli, hingga renang, mengungkapkan bahwa mereka masih kesulitan mendapatkan peralatan latihan yang layak. Banyak yang masih menggunakan fasilitas pinjaman atau bahkan berlatih di ruang publik tanpa pelindung dan standar keselamatan yang memadai.
Seorang pelatih olahraga bela diri yang enggan disebutkan namanya mengaku harus iuran bersama orang tua atlet hanya untuk membeli matras bekas agar anak didiknya tidak berlatih di atas lantai kasar.
“Kami ini bukan minta banyak. Hanya butuh perlengkapan dasar, ruang latihan, dan perhatian. Tapi justru Dispora bikin lomba opini dengan hadiah belasan juta. Ini benar-benar menyakitkan,” ungkapnya lirih.
Di lain pihak, beberapa pengurus klub olahraga swasta juga mengeluhkan sulitnya mendapat akses ke bantuan atau fasilitas dari pemerintah daerah. Mereka mengaku harus bersaing dengan proposal-proposal fiktif dari lembaga yang tidak memiliki program pembinaan nyata.
Tulis Komentar