Hutan Rohul Babak Belur, Dibakar, Dibuldozer Diekskavator Ditanami Sawit
Hutan kawasan lindung di Desa Cipangkiri Hulu sebagai sumber air Sungai Mentawai dibabat dibakar lalu ditanami sawit. Padahal kawasan lindung ini dilarang dibabat hutannya, tapi oknum warga tetap saja membabat hutan lindung itu.
Dulu Kepala Desanya Azwir Abbas sebagai Kades Cipangkiri sebelum Asri yang menurut warga diminta bertanggungjawab bagi hasil 30:70 panen sawit dengan PT SRS di desa ini. Ketua Koperasi Produsen Mentawai Iyus sampai kini kata warga tidak bertanggungjawab tak menyelesaikan bagi hasil panen sawit 30 persen anggota koperasi dan 70 persen perusahaan PT SRS. Azwir juga kata warga yang merekom jual beli lahan sawit Awal Bros 800 ha yang dapat 400 ha. Sebelumnya lahan kelompok tani dijual ke Awal Bros.
Di kawasan hutan lindung Desa Cipangkiri Hulu yang terbakar ini sebelah kiri yang baru tanam kata warga adalah Amin dan kanan kebun Pitar. Kebun di Desa Tandikat terbakar, adalah kebun Isap kebun karet Dusun Tandikek Cipangkiri.
Sementara sawit PT SRS ditanam di pinggir Sungai Keruh, Sungai Sopan, Sungai Kemuning, dll. Buah sawit PT Sawit Rokan Semesta (SRS) Cipangkiri Hilir dijual ke PKS Tukiang di Ujungbatu, Rohul. Kayu dari dalam hutan Bukit Mengkudu lewat di dalam gerbang kebun sawit PT SRS Cipangkiri Hilir ditampung Toyip, dan inisial Man diangkut pakai truk baik siang maupun malam.
Disebut warga juga bahwa di halaman Kantor PT SRS di Desa Cipangkiri Hilir ini beberapa waktu lalu sudah ditancapkan Satgas PKH plang sita/segel kawasan kebun sawit. Tapi kata warga Jumat (25/7/2025) plang Satgas PKH itu sudah dicopot. Tak tahu siapa yang mencopotnya, kata warga.

Karhutla di Desa Tibawan, Rokan IV Koto, Rohul, Riau. (azf)
Tulis Komentar