Hutan Rohul Babak Belur, Dibakar, Dibuldozer Diekskavator Ditanami Sawit
Kawasan Kabupaten Rokanhulu Riau ini antara lain di Kecamatan Rokan IV Koto pada Kamis dan Jumat (24-25/7/2025) diselimuti kabut asap karhutla. Satu titik api dan masih berasap terdapat di Desa Tibawan, nampak asap masih membumbung tinggi nampak dari kejauhan. Sementara lahan yang terbakar nampak menghitam.


Gerbang masuk perkebunan sawit PT SRS di Cipangkiri Hilir (foto bawah). Dan tanaman sawit ditanami sampai ke pinggir Sungai Keruh, hutan alamnya tak dipertahankan. (azf)
Pj Kepala Desa Cipangkanan Waldi yang dikontak via ponsel oleh tim mengatakan tak mampu mencegah warga tebang kayu di hutan. Kantor Desa Cipangkanan selalu jarang Pj Kades berada di kantor sudah beberapa kali tim menyambangi kantornya yang bersangkutan tak berada di kantornya untuk dikonfirmasi. Demikian juga Kades Tibawan Rodius saat dikonfirmasi masalah kebakaran hutan dan lahan di desanya, Rodius sedang menghadiri acara pesta keluarga di Pasaman, Jumat (25/7/2025).
Pernah nampak di tengah malam saat truk-truk angkut kayu gergajian sibuk di Desa Cipangkiri Hilir, sebelumnya ada aparat baju coklat berdua patroli pakai motor trial. Singgah di kedai tower di samping villa mantan Wakil Bupati Rohul Indra Gunawan. Setelah itu tim patroli menghilang pulang di kegelapan malam. Pemandangan yang tak biasa ini menimbulkan tanda tanya besar. Saat satu pejabat tinggi bicara mari lestarikan alam, jangan lakukan karhutla, sudah banyak yang ditangkap dan tersangka, tapi oknum preman hutan tak peduli. Mereka tetap senyap-senyap masuk hutan bawa gergaji rantai chainsaw tebang kayu alam dijadikan kayu gergajian.
Sekarang modus menebang kayu tidak lagi kayu bulat diangkut truk ditutup terpal. Karena ini sangat mencolok dilihat mata. Modus sekarang para preman hutan yang umumnya oknum warga tempatan menebang kayu hutan yang diameter diatas 40 up menggunakan chainsaw dijadikan lembaran kayu. Kemudian diangkut pakai motor. Dan diletakkan di pinggir jalan kampung. Senja atau malam dimuat ke atas truk. Ini rutin sampai sekarang hampir di semua kampung di Kabupaten Rohul Riau ini warga yang tinggal di dekat hutan mereka mengambil kayu alam sebagai mata pencaharian. Baik itu Hutan Produksi Terbatas (HPT), maupun Hutan Lindung (HL) dibabat, kayu lognya jadikan duit untuk beli beras dan sembako lainnya.
Sementara para cukong kaya dari Ujungbatu, Panti, Rao, Medan dan lain-lain membiayai warga menumbang kayu untuk dijadikan kebun sawit cukong tadi. Makanya cukong kaya mendrop alat berat buldozer, ekskavator antara lain untuk membuat teresan lahan berbukit dan berlembah itu ditanami sawit. Desa Pendalian di kiri kanan jalan kampung itu sudah terhampar kebun sawit luas, walaupun sebagian jalan aspalnya rusak parah berlubang-lubang tak mendapat perhatian kepala daerah.


Kawasan lindung jadi kebun sawit. (azf)
Sebelum hutan habis, kayu alam habis, cerita perambahan hutan dan karhutla ditanami sawit di Riau akan terus berlanjut. Tak akan habis. Air terjun yang tadinya mengalirkan air jernih di pinggir jalan, kini sudah kering kerontang airnya karena penggundulan hutan ditanami sawit. Sawit......sawit...(azf)
Tulis Komentar