PTPN IV PalmCo Sabet Penghargaan Atas Komitmennya Perkuat Ketahanan Pangan
Langkah strategis ini ditempuh untuk mengatasi persoalan kebun sawit rakyat yang sudah berusia tua dan tidak produktif. Keterbatasan kemampuan managerial kebun berkelanjutan serta dibayangi keberadaan bibit sawit palsu juga menjadi salah satu alasan kuat kehadiran PTPN IV Regional III.
Atas beragam persoalan tersebut, kata Gusmar, PTPN IV Regional III hadir dengan beragam inisiatif, mulai dari penerapan manajemen tunggal bagi petani peserta PSR, penerapan skema cash for works, hingga penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat di enam sentra pembibitan seluruh Riau.
"Pilar pertama adalah penerapan Pola Manajemen Tunggal (Single Management), yaitu integrasi manajemen antara kebun inti dan kebun petani mitra. Dalam sistem ini, petani tetap sebagai pemilik lahan, namun pengelolaan teknis dan agronomis dilakukan sepenuhnya oleh tim profesional PTPN IV," ujarnya.
Dengan begitu, maka akan tercipta keseragaman praktik budidaya berkelanjutan, serta menjadi kunci dalam memenuhi tuntutan pasar global terhadap produk sawit yang traceable dan sustainable.
Kemudian, pendekatan pola padat karya (Cash for Works) turut memungkinkan petani plasma yang sedang menjalani masa tanam belum menghasilkan (TBM) memperoleh pendapatan.
Tulis Komentar