Bagaimana Peperangan akan Diakhiri
Saksi-Saksi Yehuwa mengadakan kegiatan khusus sedunia untuk membagikan solusi terhadap kekerasan yang sudah lama ada
Indonesia—Suara para tentara dan warga sipil yang menghadapi perang:
”Punggung dan wajah saya pernah tertembak…,” kata Wilmar, seorang tentara dari Kolombia.
”Kedua orang tua saya tewas terbunuh. Karena perang, saya menjadi anak yatim piatu…,” kata Marie, seorang warga dari Rwanda.
Kutipan yang memedihkan hati ini bisa ditemukan dalam artikel pembuka dari majalah Menara Pengawal No. 1 2025 yang berjudul ”Dunia Tanpa Perang––Mungkinkah?” Lebih dari 9 juta sukarelawan akan mengikuti kegiatan khusus sedunia di bulan September untuk membagikan majalah yang menjelaskan bagaimana Wilmar, Marie, dan yang lainnya akhirnya menemukan kedamaian.
Namun yang terpenting, majalah itu akan memberikan informasi kepada masyarakat tentang solusi dari Kitab Suci untuk mengakhiri peperangan.
”Kita hidup pada waktu di mana konflik kekerasan, bahkan perang yang besar, sedang melonjak. Kami yakin bahwa majalah ini akan memberikan harapan bukan hanya kepada jutaan orang yang menderita akibat perang, namun juga kepada siapa pun yang sedang mencari kedamaian dalam hidup mereka,” kata Asmesar Rajagukguk dan Fernando Sances, Juru Bicara Saksi-Saksi Yehuwa.
Tulis Komentar