Demo Warga TNTN di DPRD Riau, Nanjak Makmur yang Libas Kayu di Desa Bukit Kesuma
Pekanbaru, Detak Indonesia--Aksi demonstrasi ribuan warga Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di DPRD Riau, Senin (8/9/2025) khususnya warga Desa Bukit Kesuma Kecamatan Pangkalankuras Kabupaten Pelalawan Riau menunjuk hidung perusahaan PT Nanjak Makmur yang melibas hutan alam di kawasan tersebut.
Hal ini ditegaskan sejumlah demonstran kepada awak media di sela-sela rehat aksi demo di DPRD Riau Senin siang (8/9/2025) sekira pukul 12.25 WIB. Saat itu demo istirahat sejenak memasuki waktu sholat Dzuhur. Sejumlah aparat melaksanakan sholat Dzuhur di Masjid DPRD Riau.
Kepada awak media di balik barikade kawat berduri di pintu gerbang masuk DPRD Riau, beberapa demonstran menceritakan sejak 2004 mereka masuk kawasan di TNTN itu hutannya tinggal semak belukar. Kayu balak sudah dilibas perusahaan.
"Batang kayu yang tinggal ada hanya sebesar tangan orang dewasa. Sedangkan kayu balaknya kayu alamnya sudah ditebang PT Nanjak Makmur. Kami sudah 15 tahun di situ, beli lahan sama Kades ada surat tanah kami. Kami tak mau pindah. Kami tak mau transmigrasi ke Pulau Rupat atau ke Pulau Burung Indragiri Hilir," tegas demonstran di sela-sela rehat.
Sementara aparat kepolisian dan Satpol PP serta TNI nampak istirahat santai di dalam halaman DPRD Riau. Massa demonstran mengatakan mereka datang dari berbagai desa sebagai perwakilan. Antara lain dari Desa Bukit Kesuma, Desa Airhitam, Desa Lubuk Kembang Bungo, Toro Jaya, dan lain-lain.
Warga heran Satgas PKH kenapa semangat kali menggusur warga di TNTN, namun sebaliknya kebun sawit ilegal dalam Tahura Sultan Syarif Hasyim (SSH) dibiarkan tak ditumbang tak dihutankan kembali. (azf)
Tulis Komentar