menyangkut hajat orang banyak

Larshen Yunus: Hentikan Proyek Panbil Group karena Berpengaruh pada Daerah Tangkapan Air

Di Baca : 6208 Kali
Panbil Group Buka Proyek Strategis Nasional di Batam, Relawan Prabowo Gibran: Sudah Merusak Lingkungan Hutan Konservasi. Lokasi proyek belakang Kawasan Panbil, Kota Batam, Kepulauan Riau. (tsi)

Panbil Grup memecahkan hingar bingar Batam dengan proyek baru tetapi berakhir di terpa isu miring soal lingkungan.

Batam, Detak Indonesia---Isu miring soal lingkungan menerpa perusahaan ternama di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Panbil Grup. Isu tersebut terkait aktivitas proyek pengerjaan cut and fill (potong dan timbun) tanah urug di belakang kawasan Panbil, Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (11/10/2025).

Relawan Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN) melihat PT Papan Jaya (Panbil Group) membuka lahan di belakang Kawasan Panbil Industri, Muka Kuning, Kota Batam, Kepulauan Riau.

"Lokasinya berdekatan dengan hutan konservasi dan daerah tangkapan air/cathment area Waduk Duriangkang, Sei Beduk. Akibatnya, sebagian hutan konservasi menjadi gundul karena proyek tersebut," tegas Larshen Yunus, Ketua Umum (Ketum) DPP GARAPAN, Sabtu (11/10/2025).

"Dari pantauan kami keberadaan hutan konservasi di sekitar Waduk Duriangkang amat vital sebagai daerah tangkapan air. Hal itu, lantaran Batam hanya mengandalkan curah hujan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakatnya," urainya.

“Aktivitas penggundulan hutan di sana akan berdampak langsung pada berkurangnya daerah tangkapan air untuk Waduk Duriangkang. Yang pada akhirnya bakal berpengaruh pada suplai air masyarakat Batam,” sebutnya.







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar