Panipahan Lumbung Hasil Laut Riau, 38 Km Jalan Penghubung Hancur Tak Tersentuh Pemprov Riau-Pemkab Rohil
Tim Investigasi merasakan jalan menuju Panipahan tidak pernah di perbaiki, jalan berlumpur, tanah liat, pembangunan tidak merata seperti kampung tertinggal tidak pernah tersentuh oleh pihak pemerintah.
Diketahui Panipahan adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, yang terkenal sebagai kota terapung di atas laut. Kota ini memiliki ribuan rumah yang berdiri di atas penyangga kayu, beton cor di permukaan laut, dengan jalanan sempit yang menghubungkan antar bangunan. Untuk mencapai Panipahan, pengunjung harus menggunakan perahu motor cepat (speed boat) selama sekitar 1,5 jam dari Bagansiapi-api. Biayanya Rp150.000/orang menuju Panipahan. Pada hal jalan darat pun sebenarnya bisa namun tidak pernah sama sekali pemerintah Provinsi Riau membangun jalan layak menuju Panipahan. Jalanan kini kondisi parah hanya bisa dilalui motor ban cangkul. Motor biasa dikala hujan tak bisa menembus jalan berlumpur.
Panipahan dikenal sebagai kota di atas laut yang unik, dengan rumah-rumah, kedai, dan pasar yang berdempetan di atas air bertonggak kayu dan tiang beton cor.
Warga Panipahan (narasumber) mengatakan hasil laut di espor keluar negeri ke pelabuhan Port Klang Malaysia, Singapura dan ada juga dibawa keluar Provinsi Riau yaitu Sumut (Sumatera Utara), yang terdekat Tanjungbalai Asahan yang berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Ini diungkap warga, Sabtu (18/10/2025).

Tulis Komentar