Hasil Laut Diangkut ke Sumut, dan Malaysia, Bukan untuk Riau

Panipahan Lumbung Hasil Laut Riau, 38 Km Jalan Penghubung Hancur Tak Tersentuh Pemprov Riau-Pemkab Rohil

Di Baca : 3556 Kali
Sejauh lebih kurang 38 kilometer jalan dari Sungai Daun ke Kota Terapung Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) Kabupaten Rokanhilir, Riau rusak parah, tak tersentuh perhatian Pemprov Riau, Pemkab Rohil. Padahal Panipahan Lumbung Hasil Laut Riau. Namun hasil laut tak dinikmati Riau, namun diangkut ke Provinsi Sumatera Utara, dan ekspor ke Port Klang Malaysia. Ini akibat infrastruktur jalan rusak parah. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
 

"Kami berharap kepada pemerintah daerah baik kabupaten, Provinsi Riau dan pusat untuk memberikan perhatian dan membantu pembangunan desa yang merata, sesuai instruksi Presiden Prabowo menekankan percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Langkah ini sejalan dengan upayanya untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari tingkat terbawah, jangan sampai penghasilan di Riau khusus Panipahan dinikmati oleh orang luar, padahal hampir ratusan juta rupiah penghasilan perhari hasil dari penangkapan ikan di Panipahan. Seharusnya dinikmati oleh masyarakat itu sendiri. Minta Pemprov Riau segera bangun jalan, tranportasi menuju Panipahan agar hasil laut Panipahan Rohil Riau dinikmati, kemana bayar pajaknya, apa dibiarkan uang negara tak jelas begitu saja, Panipahan aset yang harus dijaga Pemprov Riau dan Pemkab Rohil dan lestarikan lumbung ikan terbesar di Provinsi Riau itu. Demikian Rahman dari DPP TOPAN RI Wilayah Sumbagut. (tim/azf)







[Ikuti Terus Detakindonesia.co.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar