Panipahan Lumbung Hasil Laut Riau, 38 Km Jalan Penghubung Hancur Tak Tersentuh Pemprov Riau-Pemkab Rohil
Lanjut lagi (Narasumber) kalau hasil tangkapan nelayan luar biasa, bermacam macam ikan yang ada di perairan pantai timur Sumatera ini, ada ikan tongkol, ikan tenggiri, ikan senangin, kakap, pokoknya ikan yang mahal pak, setelah masyarakat menangkap ikan dibawa ke toke Oliong, toke disini yang terkenal juga Aliong, toke Kiong, nanti di ekspor, dibawa ke Malaysia, atau ke Tanjungbalai Asahan jadi hampir sebagian besar tangkapan laut masyarakat di sini (Panipahan) dibawa ke luar Provinsi Riau. Kalau di bawa ke Pekanbaru ongkosnya mahal pakai speed boat dari Panipahan ke Bagansiapi-api. Jalan darat Panipahan-Sungai Daun rusak berat berlumpur hanya bisa dilewati motor ban cangkul. Sampai di Kubu-Ujung Tanjung-Pekanbaru barulah jalan bisa dilewati mobil angkutan umum. Walau sebagian jalan Kubu masih timbunan tanah.
Di tempat terpisah salah satu warga Sutrisno yang tinggal di Desa Pasir Limau Kapas Rohil mengatakan kepada media jalan menuju Panipahan sangat hancur, apa lagi musim hujan sekarang sama sekali tidak bisa dilewati, mobil tidak bisa langsung ke Panipahan kebanyakan kendaraan roda dua. Warga ini minta tolong bantu untuk dipublikasikan soal jalan rusak agar mendapat perhatian Pemprov Riau dan Pemkab Rohil memperbaiki jalan lumpur ini.
"Di Panipahan Kabupaten Rokan Hilir itu penghasil ikan, ikan-ikan tangkapan masyarakat Panipahan dijual oleh toke toke ke Sumatera Utara antara lain ke Tanjung Balai Asahan kalau dibawa ke Riau Pekanbaru belum ada jalan lintas penghubung ke Panipahan. Padahal kami warga Pasir Limau Kapas berharap jalan yang bagus, penghasilan kami terganggu pak, akibat tranportasi yang tidak bisa, kami desa yang tertinggal pak. Lihat aja sendiri sama bapak. Atau suruh orang pusat turun pak, biar mereka tau kondisi desa kami," keluh Sutrisno yang mengeluh pada wartawan.
Ketua investigasi wilayah Sumbagut Lembaga monitoring Tim Operasional Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia DPP TOPAN RI Rahman dan tim melihat merasakan langsung kondisi jalan menuju Panipahan penghasil ikan konon salah satu terbesar penghasil ikan di Riau. Untuk menempuh Panipahan kota terapung harus berhari hari di musim hujan. Berangkat dari Bagansiapi-api lewat darat mau 1 hari satu malam dari Jembatan Pedamaran. Persoalannya jalan darat penghubung belum sampai ke Panipahan, jalannya masih tanah liat belum ada tersentuh pembangunan di desa, Desa Sungai Daun Kecamatan Pasir Limau Kapas, Desa Bagan Punak Pesisir Kecamatan Bangko, Desa Suak Air Hitam Kecamatan Pekaitan, sampai kota Panipahan Kabupaten Rokan Hilir.

Tulis Komentar